BKPM: PT Lotte Chemical Bisa Bangun Pabrik di Tanah Krakatau Steel

Oleh: Vincent Fabian Thomas - 14 Desember 2019
Bahlil Lahadalia mengatakan Krakatau Steel dan Lotte telah menandatangani nota kesepahaman atau (MoU) yang menjadi dasar penyelesain masalah itu.
tirto.id - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyatakan PT Lotte Chemical Indonesia dapat membangun pabrik di lahan yang menjadi milik PT Krakatau Steel. Hal ini menjadi kelanjutan usai masalah tumpang tindih lahan yang menghambat pembangunan pabrik kimia milik Lotte.

“Persoalan Lotte ini investasinya 4,2 miliar dolar AS. Persoalan sudah mangkrak 3 tahun. Ketika kami masuk, 14 hari pertama kerjaan kami adalah bagaimana menyelesaikan persoalan Lotte mendirikan pabriknya di atas HPL Krakatau Steel,” ucap Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dalam konferensi pers di kantornya, Jumat (13/12/2019).

Bahlil mengatakan Krakatau Steel dan Lotte telah menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) yang menjadi dasar penyelesain masalah itu. Ia mengklaim tidak ada kerugian dari ini, tetapi kedua perusahaan itu memperoleh manfaat.

Direktur Utama Krakatau Steel, Silmy Karim mengatakan total lahan yang akan dimanfaatkan oleh Lotte seluas 60 hektare (Ha). Lalu ada juga pemanfaatan 50 Ha lainnya untuk keperluan konstruksi.

Silmy menjelaskan nantinya Krakatau Steel juga akan menerima sejumlah uang dari Lotte.

Namun, ia enggan menyebutkan jumlahnya. Ia hanya menyebutkan kalau Krakatau Steel memiliki partisipasi 10-20 persen dari total investasi Lotte.

Ia juga menampik bila pelepasan tanah oleh Krakatau Steel ini terkait dengan upaya perusahaan pelat merah itu membayar utang. Ia juga enggan menyebutnya sebagai penjualan tanah.

“Gini-gini fokus sama investasi. Jangan jual tanah. Kami nanti dipikir ini,” ucap Silmy usai konferensi pers di kantor BKPM, Jumat (13/12/2019).


Baca juga artikel terkait KRAKATAU STEEL atau tulisan menarik lainnya Vincent Fabian Thomas
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Abdul Aziz
DarkLight