Ramadhan 2022

Biografi Ibnu Sina: Sejarah Ilmuwan Muslim, Karya, & Penemuannya

Kontributor: Syamsul Dwi Maarif - 7 Apr 2022 23:00 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Sejarah mencatat, Ibnu Sina telah menghasilkan ratusan karya tulisan dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan.
tirto.id - Ibnu Sina merupakan salah satu ilmuwan dan filsuf muslim yang menerapkan logika filsafat dalam teologi Islam. Sejarah mencatat, Ibnu Sina telah menghasilkan ratusan karya tulisan dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan termasuk matematika, geometri, astronomi, fisika, kimia, metafisika, filologi, bahkan musik dan sastra.

Bernama lengkap Ibnu Sina adalah Abu Ali al Husain bin Abdullah bin Sina, dunia Barat lebih mengenalnya dengan nama Avicenna. Ibnu Sina lahir di Afsana, dekat Bukhara (sekarang wilayah Uzbekistan) tanggal 22 Agustus 980 M. Ayah Ibnu Sina dikenal sebagai seorang sarjana yang dihormati.

Ibnu Sina tidak pernah menikah sepanjang hidupnya. Ia mengembuskan nafas terakhir pada bulan Ramadhan 1037 Masehi pada 57 tahun dan dimakamkan di Hamadan, Persia (kini wilayah Iran). "Saya memilih umur pendek tapi penuh makna dan karya, daripada umur panjang yang hampa," ucapnya sebelum wafat.

Biografi Singkat Ibnu Sina dan Penemuannya

Sejak usia belia, Ibnu Sina telah menunjukkan kemampuan intelektual yang tinggi. Pada umur 10 tahun, ia sudah menjadi penghafal Al-Qur'an. Selanjutnya di umur 16 tahun, Ibnu Sina belajar ilmu kedokteran kepada Abu Abdullah An-Naqili mengenai ilmu kedokteran.

Dua tahun setelahnya, Ibnu Sina berhasil menyelesaikan status penuh sebagai dokter. Pada 997 M, Ibnu sina mendapatkan panggilan dari penguasa Dinasti Samaniyah (819–999 M) di Persia yakni Al-Amir ar-Ridha Nuh II. Ibnu Sina diminta mengobati penyakit sang amir dan berhasil.

Keberhasilan Ibnu Sina membuatnya menjadi orang yang dihormati di Kekaisaran Samaniyah. Bahkan, Ibnu Sina mendapatkan berbagai akses dan fasilitas, termasuk perpustakaan.

Pada usia ke-21 tahun, Ibnu Sina telah menghasilkan ratusan karya tulisan di bidang matematika, geometri, astronomi, físika, kimia, metafisika, filologi, musik, dan puisi. Dua karya Ibnu Sina yang paling bepengaruh adalah Kitab al Shifa dan Al Qanun fi Tibb.


Al Qanun fi Tibb disebut sebagai buku kedokteran eksperimental yang paling penting dalam sejarah. Berkat kitab ini, Ibnu Sina disebut sebagai dokter pertama di dunia yang melakukan uji klinis dan pengenalan farmakologis klinis.

Kitab ini juga berperan penting dalam kemajuan ilmu anatomi, ginekologi, dan pediatri. Ibnu Sina amat populer di kalangan pengajar medis Barat sebagai peletak prinsip dasar sains. Tidak hanya itu, Ibnu Sina juga dikenal sebagai tokoh yang berjasa dalam hal tuberkulosis (TBC), diabetes, tumor, dan efek placebon.

Dilansir Stanford Ecyclopedia of Philosophy, Ibnu Sina dijelaskan sebagai tokoh muslim yang menggabungkan pemikiran filsafat ilmiah dengan teologi Islam. Berkat penggabungan ini, ia menghasilkan sebuah pemikiran teologi yang rasional.

Avicenna alias Ibnu Sina adalah muslim yang taat dan berusaha untuk mendamaikan filsafat rasional dengan teologi Islam. Tujuannya adalah untuk membuktikan keberadaan Tuhan dan ciptaan-Nya dari dunia ilmiah dan melalui akal dan logika.


Karya-karya Ibnu Sina

Beberapa karya Ibnu Sina yang paling terkenal adalah sebagai berikut:

  • Sirat al-shaykh al-ra'is (The Life of Avicenna)
  • Al-isharat wa al-tanbihat (Remarks and Admonitions)
  • Al-Qanun fi'l-tibb (The Canon of Medicine)
  • Risalah fi sirr al-qadar (Essay on the Secret of Destiny)
  • Danishnama-i 'ala'i (The Book of Scientific Knowledge)
  • Kitab al-Shifa' (The Book of Healing)
  • Kitab al-Najat (The Book of Salvation)
  • Risala fi'l-Ishq (A Treatise on Love).



Baca juga artikel terkait RAMADHAN 2022 atau tulisan menarik lainnya Syamsul Dwi Maarif
(tirto.id - Sosial Budaya)

Kontributor: Syamsul Dwi Maarif
Penulis: Syamsul Dwi Maarif
Editor: Iswara N Raditya

DarkLight