Biografi Baden Powell: Sejarah & Rangkuman Kisah Bapak Pramuka

Oleh: Alexander Haryanto - 22 Februari 2021
Dibaca Normal 1 menit
Biografi Baden Powell, kisah tentang keluarga, karier militer dan cikal bakal gerakan Pramuka.
tirto.id - Baden Powell, atau bernama lengkap Robert Stephenson Baden-Powell, adalah komandan militer Inggris yang kelak dikenal sebagai Bapak Pramuka Dunia. Pria kelahiran London 22 Februari 1857 ini adalah putra seorang profesor di Universitas Oxford.

Sebagaimana dilansir dari laman scout.org, Baden Powell adalah anak kedelapan dari 10 bersaudara. Usianya baru tiga tahun saat ayahnya meninggal dunia. Alhasil, ia dan saudara-saudaranya dibesarkan oleh sang ibu, Henrietta Powel.

Ia mendapatkan beasiswa di Charterhouse School, salah satu sekolah paling bergengsi di Inggris. Ibunya selalu mendorong anak-anaknya untuk selalu bersemangat mempelajari keterampilan baru, Baden Powell pun senang mempelajari piano dan biola.

Di Charterhouse School, Powell mulai tertarik dengan alam bebas dan ia sering menjejahi hutan di sekitar sekolahnya untuk melacak satwa liar, bahkan menangkap dan memasak kelinci.

Suatu kali, ia pun berlayar mengitari pantai selatan Inggris dan berpetualang bersama saudara-saudaranya. Di sisi lain, Powell juga senang mempelajari kerajinan tangan yang kelak berguna bagi dirinya di kemudian hari.

Dia tidak dikenal sebagai anak sekolah yang berpikiran akademis, tetapi saat dia ikut ujian militer, dia berada di urutan kedua dari beberapa ratus pelamar.


Karier Militer dan Cikal Bakal Pramuka

Saat berdinas di militer, Powell menuju India dengan resimen barunya. Sebagai perwira muda angkatan darat, dia mulai melatih prajurit lain untuk ketrampilan yang penting bagi mereka. Dia mendirikan unit kecil atau patroli yang bekerja bersama di bawah satu pemimpin.

Setelah di India, dia ditugaskan di Balkan, Afrika Selatan dan Malta. Dia mulai mendapat reputasi saat kembali bertugas di Afrika pada awal Perang Boer. Ia pun diangkat menjadi Letnan Jenderal dan memimpin garnisun Inggris yang mempertahankan kota Mafeking melawan sekitar 5.000 tentara Boer.

Dia kemudian diangkat menjadi pahlawan nasional karena mampu menunjukkan ketrampilan, keberanian dan kecerdikanya yang ditunjukkan tentara muda di Mafeking dalam perang Boer.

Selain itu, dia juga menemukan bahwa buku pegangan kecil yang dia tulis untuk tentara telah digunakan oleh pemimpin muda dan guru di seluruh negeri untuk mengajarkan observasi. Ketenaran baru itu telah menyebabkan dia diundang untuk berbicara di pertemuan dan rapat umum di seluruh Inggris.

Pada tahun 1907, Powell menyelenggarakan acara kamp "eksperimental di Pulau Brownsea untuk menerapkan idenya. Dia mengumpulkan 22 anak laki-laki, beberapa anak kaya dari sekolah swasta dan beberapa dari rumah kelas pekerja biasa. Mereka kemudian berkemah. Ini adalah gerakan awal Pramuka.

Kemudian, pada tahun 1910, tepat saat usianya 53 tahun, Powell mengabdikan hidupnya pada Gerakan Pramuka. Ia berkeliling dunia untuk menginspirasi lebih banyak orang muda untuk bergabung dengan kepanduan.

Gerakan ini menjadi cukup besar, pada tahun 1920 mereka mengadakan jambore pertama yang mempertemukan sekitar 8.000 anggota dari 34 negara. Melalui acara ini, kelak Baden Powell dinobatkan menjadi Bapak Pramuka, gelar yang dia pegang sampai akhir hayatnya.


Baca juga artikel terkait BADEN POWELL atau tulisan menarik lainnya Alexander Haryanto
(tirto.id - Politik)

Penulis: Alexander Haryanto
Editor: Iswara N Raditya
DarkLight