Menuju konten utama

Billboard, Senjata Kampanye Greenpeace di Tengah Asian Games 2018

Greenpeace memanfaatkan billboard besar untuk mengingatkan para peserta Asian Games bahwa udara di Jakarta tidak sehat.

Billboard, Senjata Kampanye Greenpeace di Tengah Asian Games 2018
Aktivis lingkungan Greenpeace memasang poster dan informasi indeks kualitas udara Jakarta yang masuk kategori Tidak Sehat pada sebuah billboard iklan di Jakarta. Instagram/@greenpeaceid

tirto.id - Sebuah papan reklame besar terpampang Jalan Jendral Gatot Subroto, halaman Taman Ria Senayan, sejak malam (21/8/2018) tadi. Pada billboard itu terpampang wajah orang mengenakan masker dengan latar hitam. Di bawahnya ada tulisan "#WeBreatheTheSameAir."

Pemasangnya adalah Greenpeace Indonesia. Pagi tadi, beberapa orang memanjat billboard itu dengan peralatan keselamatan lengkap. Mereka memasang tulisan "152, "unhealthy" di atas wajah bermasker itu.

152 adalah hitung-hitungan dari indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) yang artinya udara di Jakarta "tidak sehat" untuk dihirup.

Hadi Priyanto, Publik Engagement Campaigner Greenpeace Indonesia, mengatakan kepada Tirto kalau tujuan kampanye adalah mengingatkan para atlet yang bertanding di Asian Games bahwa "kondisi udara di Jakarta hari ini tidak sehat."

Pernyataan bahwa udara Jakarta kotor sebetulnya telah dikampanyekan Greenpeace sejak jauh-jauh hari. Pun otoritas terkait telah menyanggahnya, misalnya BMKG. Upaya mengurangi polusi pun telah dilakukan, misalnya dengan menerapkan kebijakan ganjil-genap di beberapa ruas jalan.

Namun berdasarkan pantauan Greenpeace, dalam satu bulan terakhir kondisi udara masuk level tidak sehat lebih dari 22 hari.

Hadi mengatakan kampanye ini akan terus mereka lakukan selama seminggu ke depan. Tiap hari angka kualitas udara akan diubah sesuai data yang diberikan AQI.

Baliho ini sendiri disewa secara sah, bukan dibajak. Hadi mengatakan mereka telah mengurus izin ke agen yang menangani itu.

Baca juga artikel terkait ASIAN GAMES 2018 atau tulisan lainnya dari Rio Apinino

tirto.id - Sosial budaya
Reporter: Rio Apinino
Penulis: Rio Apinino