Bikin Konten Pura-Pura Bunuh Diri Kayak Aida Saskia Itu Enggak Lucu

Oleh: Mohammad Bernie - 10 Desember 2019
Dibaca Normal 1 menit
Tindakan pedangdut Aida Saskia melakukan prank bunuh diri melalui akun Instagramnya sama sekali tak lucu.
tirto.id - Pedangdut yang kini berprofesi sebagai Disc Jockey (DJ), Aida Saskia, mencoba bunuh diri dan menyiarkannya secara langsung via Instagram. Aksi perempuan berusia 34 tahun itu dilakukan di dalam mobil.

Sejumlah warganet yang menonton berusaha mencegah tindakan konyol tersebut. Beberapa kerabat pun mencoba menghubungi Aida agar mengurungkan niatnya, namun tak digubris.

Rupanya siaran itu hanya prank alias aksi jahil belaka. Aida mengakui itu kepada Suara. "Prank sayang. Hahaha," katanya. Dia juga mengaku saat ini dalam kondisi "baik."

Sang manajer, Madi, mengaku "enggak tahu" kenapa Aida menjahili para pengikutnya di Instagram. "Intinya begitu saja," katanya kepada reporter Tirto, Selasa (10/12/2019).

Madi mengatakan saat ini Aida "masih dirawat" hingga dua-tiga hari ke depan.


Tidak Lucu & Dapat Memicu yang Lain

Benny Prawira, pendiri Into The Light Indonesia, sebuah komunitas yang fokus mencegah bunuh diri, mengecam aksi prank tersebut. Menurut Benny, aksi itu dapat makin menyudutkan mereka yang benar-benar memiliki kecenderungan bunuh diri.

Kelakuan Aida justru mempertebal pandangan negatif terhadap mereka.

"Konsekuensi dari [prank Aida] itu, orang-orang semakin tidak memedulikan orang orang yang mencari bantuan di media sosial. Dianggapnya ini cuma bercanda doang," kata Benny kepada reporter Tirto, Selasa (10/12/2019).

Benny menjelaskan banyak yang memiliki kecenderungan bunuh diri mencari bantuan lewat media sosial. Ini terjadi sebab mereka tidak mendapatkan itu dari lingkungan terdekatnya.

Namun meski telah jahil, bukan berarti Aida patut dirisak. Menurutnya "kalau kita malah menghina dia, mem-bully dia, dan ternyata dia memang benar suicidal, kan jadi bahaya."

"Jadi memang paling baik adalah kita overestimate kondisi dia, kita anggap kondisi dia serius," kata Benny.

Psikolog Klinis Nirmala Ika menyampaikan bunuh diri meninggalkan trauma bagi orang-orang yang ditinggalkan. Biasanya kerabat dekat dari almarhum akan merasa bersalah.

"Kalau orang meninggal karena sakit, karena kecelakaan, dia (keluarga/kerabat) mungkin memang kaget, tapi lebih menerima. Kalau karena bunuh diri, mereka akan bertanya, kenapa bisa bunuh diri, dan itu lebih membuat frustrasi, marah, bersalah. Campur aduk," kata Nirmala kepada reporter Tirto.


Aida, kata Nirmala, mungkin menganggap prank-nya sebatas konten, tapi itu sebenarnya bisa mendorong orang lain untuk melakukan hal serupa, terutama mereka yang memang depresi.

Atas alasan-alasan tersebut Nirmala mengatakan lelucon bunuh diri itu sama sekali tak lucu.

Nirmala lantas mengimbau siapa saja yang punya kecenderungan bunuh diri untuk segera menceritakan masalahnya ke orang yang dipercaya atau ke profesional.

"Sekecil apa pun itu sebaiknya dibicarakan," pungkas Nirmala.


==========

Depresi bukanlah persoalan sepele. Jika Anda merasakan tendensi untuk melakukan bunuh diri, atau melihat teman atau kerabat yang memperlihatkan tendensi tersebut, amat disarankan untuk menghubungi dan berdiskusi dengan pihak terkait, seperti psikolog, psikiater, maupun klinik kesehatan jiwa.

Baca juga artikel terkait BUNUH DIRI atau tulisan menarik lainnya Mohammad Bernie
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Mohammad Bernie
Penulis: Mohammad Bernie
Editor: Widia Primastika
DarkLight