BI Sebut Penyaluran KPR di Indonesia Masih di Bawah 3 Negara Asean

Oleh: Selfie Miftahul Jannah - 24 Januari 2019
Dibaca Normal 1 menit
Bank Indonesia (BI) mencatat nilai penyaluran KPR di Indonesia masih jauh di bawah Malaysia, Thailand dan Singapura.
tirto.id - Penyaluran Kredit Perumahan Rakyat (KPR) di Indonesia ternyata masih di bawah sebagian negara di ASEAN. Padahal, Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk terbesar di ASEAN.

Manager Departemen Makro Prudential Bank Indonesia (BI), Bayu Adi Gunawan menjelaskan KPR yang disalurkan RI hingga periode Maret 2018 hanya sebesar 32,3 juta dolar Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan Data Departemen Makro Prudential BI, angka KPR RI pada periode Maret 2018 hanya lebih baik dibandingkan Filipina. Negara jiran itu tercatat menyalurkan KPR senilai 11,8 juta dolar AS.

Indonesia masih kalah dari Malaysia yang penyaluran KPR-nya mencapai 128,4 juta dolar AS. Selain itu, Indonesia juga tertinggal dari 2 negara ASEAN lainnya, yakni Singapura dan Thailand.

Menurut Bayu, nilai penyaluran KPR di Singapura pada periode yang sama mencapai 129,7 juta dolar AS setiap tahun. Sedangkan di Thailand sebesar 112 juta dolar AS.

"KPR RI hanya 2,9 persen dari PDB [Produk Domestik Bruto]. [Pada] 2018 serapan KPR belum maksimal," kata Bayu di Hotel JS Luwansa, Jakarta pada Kamis (24/1/2019).

"Tadinya harapan kami di akhir 2018 dan pertengahan 2019 akan sampai puncak. Kami harap tahun ini properti naik lagi," dia menambahkan.

Bayu menjelaskan, jika dibandingkan dengan negara lain, rasio KPR terhadap PDB Indonesia masih relatif rendah. Hanya saja, pertumbuhan KPR Indonesia pada periode Maret 2018 menjadi yang tertinggi di ASEAN setelah Filipina.

Pertumbuhan penyaluan KPR di Indonesia, secara year on year pada periode Maret 2018 mencapai 11,08 persen. Sementara di Filipina, tumbuh 15,96 persen.

Sementara itu, di tempat yang sama, Country General Manager Rumah123.com, Ignatius Untung pesimistis dengan petumbuhan penjualan properti di Indonesia pada 2019. Dia memperediksi penjualan properti pada tahun ini masih akan stagnan.

"Pejualan tahun ini dugaan saya sampai 2019 ini sih stagnan ya. Semester 2 baru mulai bergeliat, mulai naik. Puncaknya harapannya di 2020," kata dia.

"Pertimbangannya, satu politik [pemilu], kedua lebaran. Habis pemilu selesai, masuk puasa kemudian masuk lebaran. Orang mulai tahan-tahan semua lah di semester satu ini," dia melanjutkan.


Baca juga artikel terkait KPR atau tulisan menarik lainnya Selfie Miftahul Jannah
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Selfie Miftahul Jannah
Penulis: Selfie Miftahul Jannah
Editor: Addi M Idhom