BI Perkirakan Indeks Penjualan Eceran Kontraksi 10% pada Oktober

Oleh: Vincent Fabian Thomas - 11 November 2020
BI prediksi perbaikan penjualan eceran diperkirakan sedikit tertahan pada Oktober 2020 dengan kontraksi sebesar 10,0 persen.
tirto.id - Bank Indonesia mencatat penjualan eceran selama September 2020 mengalami perbaikan tipis. Indeks Penjualan Riil (IPR) September 2020 tercatat sebesar terkontraksi 8,7 persen year on year (yoy). Angka ini relatif membaik dari Agustus 2020 yang masih terkontraksi 9,2 persen yoy.

Sayangnya meski mengalami perbaikan, BI mencatat tren ini akan kembali memburuk pada Oktober 2020. Tepatnya menjadi kembali terkontraksi double digit. Perbaikan ini didukung Kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau yang tercatat tumbuh positif dalam dua bulan sekaligus sub kelompok sandang dan bahan bakar kendaraan bermotor.

“Perbaikan penjualan eceran diperkirakan sedikit tertahan pada Oktober 2020 dengan kontraksi sebesar 10,0 persen (yoy),” ucap Kepala Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko dalam keterangan tertulis, Rabu (11/11/2020).

Onny mengatakan capaian September 2020 ini merupakan salah satu posisi terbaik sejak IPR mengalami pemburukan terparah sejak Mei 2020. Waktu itu IPR sempat terkontraksi 20,6 persen kemudian berangsur membaik hingga September 2020.

Onny mengatakan pada Oktober 2020 nanti kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau dan Kelompok Barang Budaya dan Rekreasi, diperkirakan mengalami penurunan penjualan. Meski demikian masih ada sejumlah komoditas yang terus mengalami perbaikan kinerja penjualan, antara lain Kelompok Perlengkapan Rumah Tangga dan Bahan Bakar Kendaraan Bermotor.

“Secara bulanan, kinerja penjualan eceran pada Oktober 2020 diperkirakan tumbuh 0,1 persen month to month (mtm), sejalan perayaan hari besar keagamaan nasional (HBKN) dan libur panjang pada akhir bulan,” ucap Onny.




Baca juga artikel terkait PERTUMBUHAN EKONOMI 2020 atau tulisan menarik lainnya Vincent Fabian Thomas
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Abdul Aziz
DarkLight