BI Catat Permintaan Kredit Baru Naik pada Kuartal I 2021

Oleh: Gilang Ramadhan - 22 April 2021
Dibaca Normal 1 menit
Kenaikan itu terindikasi dari Survei Perbankan Bank Indonesia yang terbit pada April 2021.
tirto.id - Bank Indonesia mencatat penyaluran kredit baru mengalami peningkatan pada Kuartal I (Q1) 2021 terindikasi dari Survei Perbankan Bank Indonesia yang terbit pada April 2021. Survei itu mencatat Saldo Bersih Tertimbang (SBT) permintaan kredit baru mencapai 30,4 persen pada Q1 2021 lebih tinggi dari Q4 2021 yang mencapai 25,4 persen.

Perbaikan ini diperkirakan akan terus berlanjut sampai Q2 2021. BI memproyeksikan SBT dapat mencapai 93,3 persen.

“Peningkatan tersebut akan didorong oleh kredit konsumsi, diikuti oleh kredit modal kerja, dan kredit investasi,” ucap Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam keterangan tertulis, Rabu (21/4/2021).

Peningkatan terbesar pada permintaan kredit terjadi pada kredit konsumsi. SBT-nya naik dari 0,9 persen pada Q4 2020 menjadi 56,1 persen pada Q1 2021. Kenaikan ini disusul oleh kredit investasi yang semula terkontraksi 10,6 persen pada Q4 2020 menjadi tumbuh positif 5,4 persen Q1 2021.

Sayangnya tren kredit modal kerja belum membaik. SBT-nya melanjutkan penurunan yang terjadi pada Q4 2020. Dari sebelumnya 25,6 persen menjadi hanya tumbuh 19,7 persen pada Q1 2021.

Jika dibedah lebih lanjut, kredit konsumsi baru yang memiliki SBT tertinggi adalah kredit kepemilikan rumah/apartemen dengan nilai 57,1 persen disusul kartu kredit 41,5 persen, multiguna 27,4 persen, dan kredit tanpa agunan 16,8 persen. Pada Q1 2021, SBT kredit kendaraan bermotor tercatat masih terkontraksi 6,8 persen meski sudah membaik dari Q4 2020 yang terkontraksi 25,2 persen.

Meski permintaan kredit baru menunjukan tren kenaikan, secara keseluruhan BI juga mencatat tren pertumbuhan kredit masih melemah. Per Maret 2021, pertumbuhan kredit mengalami kontraksi 4,13 persen yoy, lebih buruk dari Februari 2021 kontraksi 2,15 persen yoy.

Perhitungan SBT BI dilakukan dengan membandingkan dan menghitung selisih jumlah responden yang memberikan jawaban meningkat dan menurun. Hasilnya akan menentukan seberapa besar nilai SBT SBT dan apakah SBT akan positif atau negatif.


Baca juga artikel terkait PERTUMBUHAN KREDIT atau tulisan menarik lainnya Gilang Ramadhan
(tirto.id - Ekonomi)

Sumber: Antara
Penulis: Gilang Ramadhan
Editor: Gilang Ramadhan
DarkLight