BI Catat Kenaikan Harga Properti Residensial Melambat di Q3 2020

Oleh: Vincent Fabian Thomas - 12 November 2020
Menurut Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) pertumbuhan Q3 2020 hanya 1,51 persen year on year (yoy) melambat dibanding Q2 2020 1,59 persen yoy.
tirto.id - Bank Indonesia mencatat pertumbuhan harga properti mengalami perlambatan per Q3 2020. Menurut Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) pertumbuhan Q3 2020 hanya 1,51 persen year on year (yoy) melambat dibanding Q2 2020 1,59 persen yoy.

Pertumbuhan Q3 2020 ini juga melambat ketimbang Q3 2019 yang masih mencapai 1,8 persen yoy. Termasuk Q3 2018 yang sempat mencapai 3,18 persen yoy.

“Harga properti residensial tumbuh terbatas pada triwulan III 2020. IHPR diperkirakan masih tumbuh terbatas pada Q4 2020 sebesar 1,29 persen yoy,” ucap Kepala Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko dalam keterangan tertulis, Kamis (12/11/2020).

Onny menjelaskan sebab dari perlambatan ini tergambar jelas dari penjualan properti residensial selama Q3 2020 yang terkontraksi 30,93 persen yoy. Angka ini lebih dalam dari kontraksi Q2 2020 25,60 persen yoy.

“Dari sisi volume, penjualan properti residensial pada triwulan III 2020 masih menurun. Penurunan penjualan properti residensial ini terjadi pada seluruh tipe rumah,” ucap Onny.

Data BI juga mencatat sumber pembiayaan yang digunakan pengembang selama Q3 2020. Hasilnya pengembang masih mengandalkan sumber dari non perbankan untuk pembiayaan pembangunan properti residensial. Pembiayaan pembangunan properti dari dana internal pengembang mencapai 66,87 persen dari total kebutuhan modal.

Sementara itu, fasilitas Kredit Perumahan Rakyat (KPR) masih jadi sumber pembiayaan utama untuk konsumen properti residensial. BI mencatat porsi KPR memegang menjadi sumber pembiayaan utama dalam pembelian properti residensial dengan pangsa mencapai 76,02 persen dari total pembiayaan.



Baca juga artikel terkait BISNIS PROPERTI atau tulisan menarik lainnya Vincent Fabian Thomas
(tirto.id - Bisnis)

Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Restu Diantina Putri
DarkLight