Menuju konten utama

Bertemu Presiden Vietnam, Jokowi Minta Pengusaha RI Dilindungi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu dengan Presiden Vietnam Nguyễn Xuân Phúc di Istana Bogor, Jawa Bara. Sejumlah kerja sama pun disepakati.

Bertemu Presiden Vietnam, Jokowi Minta Pengusaha RI Dilindungi
Presiden Joko Widodo berpidato usai menyerahkan kredit usaha rakyat (KUR) klaster kepada pelaku UMKM di Istana Negara, Jakarta, Senin (19/12/2022). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww.

tirto.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu dengan Presiden Vietnam Nguyễn Xuân Phúc di Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis (22/12/2022). Sejumlah kerja sama disepakati, salah satunya Jokowi minta perlindungan para pengusaha Indonesia yang berinvestasi di Vietnam.

"Perlunya perlindungan investasi Indonesia di Vietnam. Saya mengapresiasi kepercayaan pemerintah Vietnam kepada perusahaan Indonesia yang berinvestasi di Vietnam," kata Jokowi.

Jokowi menjelaskan akumulasi investasi Indonesia di Vietnam lebih dari 600 juta dolar AS. Dia pun berharap masalah yang dialami pengusaha Indonesia bisa diselesaikan pemerintah Vietnam agar mendorong kerja sama lanjutan di masa depan.

"Akumulasi investasi Indonesia di Vietnam mencapai lebih dari 600 juta usd dalam 101 proyek. Saya mengharapkan penyelesaian beberapa isu yang dialami investor Indonesia yang akan mendorong investasi baru di masa mendatang," bebernya.

Tidak hanya soal investasi, Jokowi dan Nguyễn Xuân juga menyepakati terkait peningkatan perdagangan. Mereka pun sepakat menetapkan target baru perdagangan bilateral sebesar 15 miliar dolar AS hingga 2028.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menjelaskan target tersebut merupakan lanjutan setelah transaksi 10 miliar dolar AS telah terpenuhi pada 2021. Jokowi melaporkan angka transaksi Indonesia mencapai 11,06 miliar dolar AS dalam 5 tahun terakhir dengan tingkat peningkatan perdagangan mencapai 9,77 persen.

Kerja Sama Energi Bersih

Selanjutnya, mereka juga menyepakati kerja sama di bidang energi bersih dan energi baru terbarukan. Kerja sama tersebut meliputi pengembangan pembangkit listrik tenaga matahari, hidrogen maupun smart grid.

Dia pun mengapresiasi sikap Vietnam yang mau berkolaborasi dengan BUMN dan perusahaan swasta. Seperti pemasaran motor Gesit hingga pembuatan baterai dan pembelian komponen bis listrik.

Jokowi juga mendorong agar ada peningkatan konektivitas kedua negara. Tidak hanya itu, dia juga ingin agar lalu lintas barang dan wisatawan kembali normal seperti rute penerbangan Danang ke Denpasar. Kemudian Ho Chi Minh ke Jakarta. Maupun penambahan rute penerbangan Jakarta-Ho Chi Minh City.

"Kita harus segera mengembalikan arus lalu lintas barang dan wisatawan seperti masa pra pandemi. rute penerbangan langsung antar pusat, pusat bisnis dan pariwisata kedua negara harus direvitalisasi," bebernya.

Lebih lanjut, Jokowi juga senang dengan sejumlah kesepakatan yang telah setujui. Seperti permasalahan batas zona ekonomi eksklusif kedua negara berhasil diselesaikan.

"Setelah melakukan perundingan intensif selama 12 tahun, Indonesia dan Vietnam akhirnya dapat menyelesaikan perundingan mengenai garis batas ZEE kedua negara berdasarkan UNCLOS 1982," bebernya.

MoU Kerja Sama Penanggulangan Terorisme dan Pemberantasan Perdagangan Ilegal

Sementara itu, sejumlah MoU telah disepakati. Antara lain kerja sama energi dan sumber daya mineral, kerja sama penanggulangan terorisme, dan kerja sama pemberantasan perdagangan ilegal narkotika.

"Saya berharap kerja sama perikanan dan pemberantasan illegal fishing dapat diperkuat melalui percepatan finalisasi mou kerja sama kelautan dan perikanan," bebernya.

Tidak hanya itu, Jokowi juga mengajak Vietnam untuk memperkuat hubungan bilateral dan ASEAN. Dia memastikan keketuaan Indonesia pada ASEAN 2023 akan memfokuskan peran sentral ASEAN dalam menjaga stabilitas dan perdamaian kawasan.

"Saya menghargai dukungan Vietnam terhadap keketuaan Indonesia di ASEAN," pungkasnya.

Baca juga artikel terkait KERJA SAMA BILATERAL atau tulisan lainnya dari Andrian Pratama Taher

tirto.id - Ekonomi
Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Intan Umbari Prihatin