Berpotensi Tak Lolos Parlemen, PSI Dinilai Hanya Cheerleader Saja

Oleh: Felix Nathaniel - 15 Maret 2019
Direktur Eksekutif Indonesia Political Review Ujang Komarudin menilai pernyataan bahwa PSI hanya cheerleader atau pemandu sorak memang tidak berlebihan.
tirto.id - Direktur Eksekutif Indonesia Political Review Ujang Komarudin menilai pernyataan bahwa PSI hanya cheerleader atau pemandu sorak memang tidak berlebihan. Dari hasil survei sementara, PSI berpotensi tidak dapat mengirimkan perwakilan ke parlemen.

Dari survei yang dilakukan Lembaga Survei Indonesia (LSI) misalnya, PSI masih masuk dalam enam partai yang terancam tak lolos ke parlemen di 2019-2024, alias partai gurem. Mereka hanya mendapatkan suara 0,1 persen, padahal ambang batas yang diperlukan maju ke parlemen adalah empat persen.

"Pertarungan sebenarnya itu di pileg. Kalau tidak tembus angka empat persen ya dia tidak dianggap. Mereka berada di luar ring," kata Ujang kepada Tirto, Jumat (15/3/2019).

Ujang menambahkan bahwa PSI sudah terus berupaya mencari sensasi demi menunjang suaranya. Namun, dengan hasil ini, maka tidak berlebihan jika mereka dikatakan hanya meramaikan pemilu serentak.

"Kasarnya hanya pemanis. Partai-partai yang dianggap tidak lolos parlemen itu biasa dianggap pemanis saja memang," ucapnya.

Sebelumnya, kader PDIP yang berkecimpung di Komisi III DPR Masinton Pasaribu tidak mau terlalu banyak bicara menanggapi komentar Partai Solidaritas Indonesia. Sama seperti kader PDIP lainnya, Masinton anggap PSI hanya sekadar mencari sensasi.

"Ngomentari yang odong-odong kan, menurut saya, enggak pas juga ya. Ya namanya juga lagi mencari sensasi lah. Keberpihakan secara ideologis dia enggak ada apa-apanya," ucap Masinton di kawasan Gambir, Jakarta, Kamis (14/3/2019).

Masinton mengimbau PSI sebagai partai yang masih muda untuk tidak mengajari PDIP yang sudah malang melintang di Indonesia puluhan tahun. Namun, dia meyakini tindakan PSI ini tak akan mempengaruhi kinerja partai pendukung Jokowi-Ma'ruf.

Lebih jauh, Masinton menyatakan PSI tidak pernah dianggap.

"Nggak, nggak pernah kami anggap. Ya cuman cheerleader aja," ucapnya lagi.



Baca juga artikel terkait PSI atau tulisan menarik lainnya Felix Nathaniel
(tirto.id - Politik)

Reporter: Felix Nathaniel
Penulis: Felix Nathaniel
Editor: Maya Saputri