Menuju konten utama

Berkaca Kasus Agni, Mahasiswa Berbagai Kampus Bentuk Komunitas 

Kasus pelecehan seksual yang dialami Agni menurutnya menjadi pemantik untuk lebih peduli terhadap isu kampus. Khususnya terkait pelayanan publik di kampus.

Berkaca Kasus Agni, Mahasiswa Berbagai Kampus Bentuk Komunitas 
Ketua Komunitas Jendela Publik, Johan Bakti Sanjaya [tengah] membacakan deklarasi pembentukan komunitas di Ombudsman RI (ORI) Perwakilan Yogyakarta, Kamis (25/4/2019). tirto.id/Irwan A. Syambudi

tirto.id - Mencuatnya kasus kekerasan seksual di Universitas Gadjah Mada (UGM) yang dialami Agni (bukan nama sebenarnya) membuat keresahan mahasiswa di sejumlah kampus di Yogyakarta.

Para mahasiswa yang menamakan diri Mahasiswa Sahabat Ombudsman ini kemudian membentuk Komunitas Jendela Publik untuk mengadvokasi isu kampus.

"Awalnya kami dari mahasiswa yang berangkat dari keresahan masalah yang ada di kampus pasca kemarin kasus Agni," kata Ketua Komunitas Jendela Publik, Johan Bakti Sanjaya usai deklarasi pembentukan komunitas di ORI Perwakilan Yogyakarta, Kamis (25/4/2019).

Mencuatnya kasus pelecehan seksual yang dialami Agni menurutnya menjadi pemantik untuk lebih peduli terhadap isu kampus. Khususnya terkait pelayanan publik di kampus.

"Menurut kami kasus Agni ini termasuk ada mal admistrasi publik di situ, kayak penundaan berlarut pada [penyelesaian] kasus," kata dia.

Oleh karena itu komunitas yang terdiri dari mahasiswa UGM, Universitas PGRI, UNY, Universitas Janabadra, Universitas Cokroaminoto, dan APMD ini kata dia akan mengawal kasus yang ada di kampus.

"Banyak kasus seperti kasus Agni, itu adalah kasus yang ter-blow up aja. Kasus-kasus yang seperti Agni sebenarnya banyak di universitas lain. Seperti di UNY peristiwanya juga hampir sama saat waktu KKN, tapi itu kurang di-blow up," kata mahasiswa Fakultas Hukum UGM ini.

Untuk itu isu-isu kampus yang tidak terekspos akan ia advokasi. Tujuannya adalah agar kasus yang dialami Agni tidak terulang kembali.

"Kalau bisa sebelum kasus itu ada, bagaimana agar kasus seperti Agni itu tidak terjadi. Misalnya melalui peraturan rektornya, [dengan membuat aturan] perlindungan kampus ramah terhadap korban pelecehan seksual," kata Johan.

Ketua ORI Perwakilan Yogyakarta, Budhi Masturi menyambut baik adanya komunitas sahabat ORI yang dibentuk oleh mahasiswa dari berbagai kampus di Yogya ini. Mereka kata Budhi akan menjadi garda terdepan dalam mengawal isu pelayanan publik di kampus.

Selain itu kata dia, komunitas ini juga dapat menjadi jembatan antara mahasiswa dan ORI dalam hal penanganan kasus pelayanan publik. Seperti jika ada kasus seperti yang dialami Agni.

"Harapannya mereka jadi agen yang secara efektif mendorong tindak lanjut. Kalau ternyata tidak ada respons yang memuaskan maka bisa langsung ke Ombudsman," kata dia.

Baca juga artikel terkait KASUS AGNI atau tulisan lainnya dari Irwan Syambudi

tirto.id - Sosial budaya
Reporter: Irwan Syambudi
Penulis: Irwan Syambudi
Editor: Nur Hidayah Perwitasari