Berita Terkini Gempa di Halmahera Utara: Fakta hingga Dampaknya

Penulis: Nur Hidayah Perwitasari - 10 Jan 2022 14:21 WIB
Dibaca Normal 2 menit
BMKG menjelaskan, wilayah Halmahera Utara merupakan daerah rawan gempa.
tirto.id - Gempa dengan dengan magnitudo dan skala intensitas MMI cukup signifikan sudah empat kali, terjadi di Halmahera Utara, yaitu pada 8 Januari (magnitudo 5,1), 9 Januari (magnitudo 4,5) dan pagi tadi Senin (10/1/2022) terjadi 2 kali (magnitudo 5,2 pukul 04.27 WIB dan magnitudo 5,4 pukul 04.59 WIB).

Koordinator Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono mengatakan, gempa paling kuat yang terjadi di Halmahera Utara pagi ini memiliki magnitudo 5,4 dengan episenter terletak pada koordinat 1,52° LU – 127,86° BT tepatnya di darat dengan kedalaman 10 km.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, dugaan sementara gempa gempa Halmahera Utara magnitudo 5,4 pagi ini merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif dengan mekanisme pergerakan mendatar (strike-slip fault)," kata Daryono.

Daryono menjelaskan, dampak guncangan gempa ini dirasakan kuat di Kao, Tobelo Barat dan Tobelo dalam skala intensitas IV MMI. Sedangkan di Sofifi dan Galela dalam skala intensitas III-IV MMI, dan di Ternate, Wasile dan Halmahera dalam skala intensitas Timur III MMI. Berikut beberapa fakta soal gempa di di Halmahera Utara menurut Daryono.

Fakta soal gempa di Halmahera Utara


1. Rentetan gempa yang terjadi menyebabkan terjadinya kerusakan pada beberapa bangunan rumah warga Desa Soa Maetek, Kecamatan Kao Barat, Kabupaten Halmahera utara.

2. Jumlah aktivitas gempa Halmahera Utara dalam berbagai magnitudo dan kedalaman hasil monitoring BMKG sejak 8 Januari 2022 hingga 10 Januari 2022 pagi ini pukul 07.45 WIB sudah terjadi lebih dari 61 kali dengan magnitudo terbesar 5,4. Jika melihat pola aktivitasnya, gempa Halmahera Utara ini dapat mengarah kepada aktivitas swarm.

3. Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya dan tidak menempati bangunan yang sudah rusak atau rusak sebagian diakibatkan oleh gempa, karena jika terjadi gempa susulan signifikan dikhawatirkan rumah tersebut dapat roboh.

Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda kuat dan tidak mengalami kerusakan sebelum masuk ke dalam rumah.

4. Wilayah Halmahera Utara merupakan daerah rawan gempa.

5. Catatan sejarah gempa kuat yang pernah terjadi di wilayah terdekat pusat gempa ini adalah peristiwa gempa merusak di Halmahera Utara 14 Oktober 1944 magnitudo 6,6 dengan kedalaman 15 km. Gempa kerak dangkal ini memicu kerusakan hingga skala intensitas VII MMI.

Update dampak gempa Halmahera Utara


Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Utara melaporkan dua warganya luka-luka pascagempa berkekuatan Magnitudo (M) 5,4 yang mengguncang Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara pada Senin, (10/1/2022) pukul 04.59 WIB.

Selain dua korban luka, dilaporkan pula kerugian materil sebanyak 34 unit rumah rusak ringan, 18 unit rumah rusak sedang, 5 unit rumah rusak berat, 3 unit rumah ibadah rusak ringan dan 1 unit kantor Desa Kusuri rusak ringan.

"Terdapat dua kecamatan yang dilaporkan mengalami dampak gempa yakni Kecamatan Tobelo Barat dan Kecamatan Kao Barat tepatnya di Desa Kusuri, Wangongira, Soamaetek, Pitago dan Kai," kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangan tertulisnya.

Selain mendata korban dan kerusakan, tim reaksi cepat BPBD Halmahera Utara telah berkoordinasi dengan aparat desa setempat serta membantu evakuasi korban dan membawa ke rumah sakit terdekat.

Tim juga melakukan edukasi kepada masyarakat untuk selalu waspada apabila terjadi gempa susulan. Sementara itu, kebutuhan mendesak di lapangan saat ini adalah tenda pengungsi dan logistik.

Sebelumnya, gempa berkekuatan M 5,4 dirasakan kuat masyarakat Halmahera Utara selama 4-6 detik dan menyebabkan masyarakat sempat panik dan keluar rumah. Gempa yang berpusat di darat 5 km barat daya Halmahera Utara dengan kedalaman 10 km ini tidak berpotensi tsunami.

BNPB mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan siaga dalam menghadapi potensi bahaya gempabumi. Masyarakat dapat mengikuti perkembangan informasi kegempaan melalui BMKG dan portal InaRisk untuk mengetahui potensi risiko bencana yang ada disekitar tempat tinggal.


Baca juga artikel terkait GEMPA TERKINI atau tulisan menarik lainnya Nur Hidayah Perwitasari
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Nur Hidayah Perwitasari
Editor: Iswara N Raditya

DarkLight