Berita Merapi Hari Ini 18 Januari 2022: 23 Kali Gempa Guguran

Penulis: Alexander Haryanto - 18 Jan 2022 16:14 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Gunung Merapi hari ini mengalami 23 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-21 mm dan lama gempa 33-140 detik.
tirto.id - Situasi Gunung Merapi hari ini, Selasa, 18 Januari 2022 berdasarkan pengamatan pukul 06.00-12.00 WIB, mengalami 23 kali gempa guguran dan 1 kali gempa hembusan.

Menurut laporan laman resmi magma.esdm.go.id, status gunung api yang terletak di perbatasan Jawa Tengah (Jateng) dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih dinyatakan Siaga Level III.

Akan tetapi, apabila terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.


Aktivitas Gunung Merapi

Gunung Api Merapi terletak di Kab/Kota Sleman, Magelang, Boyolali, Klaten, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah dengan posisi geografis di Latitude -7.542°LU, Longitude 110.442°BT dan memiliki ketinggian 2968 mdpl.

Pengamatan Visual

Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-III. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis, sedang hingga tebal tinggi sekitar 10-50 meter dari puncak. Cuaca berawan hingga mendung, angin lemah hingga sedang ke arah utara, timur dan barat.

Klimatologi

Cuaca berawan hingga mendung, angin lemah hingga sedang ke arah utara, timur dan barat. Suhu udara sekitar 21-27°C. Kelembaban 70-86%. Tekanan udara 567-718 mmHg.

Pengamatan Kegempaan

  • 23 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-21 mm dan lama gempa 33-140 detik.
  • 1 kali gempa hembusan dengan amplitudo 3 mm, dan lama gempa 22 detik.

Rekomendasi

1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

2. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

3. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar G. Merapi.

4. Penambangan di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam KRB III direkomendasikan untuk dihentikan.

5. Pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dari puncak Gunung Merapi.

6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.


Baca juga artikel terkait GUNUNG MERAPI atau tulisan menarik lainnya Alexander Haryanto
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Alexander Haryanto
Editor: Iswara N Raditya

DarkLight