Berita Gunung Merapi Hari Ini 9 Agustus 2022: 17 Kali Gempa Guguran

Penulis: Alexander Haryanto, tirto.id - 9 Agu 2022 20:01 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Gunung Merapi mengeluarkan suara guguran 2 kali yang terdengar dari Pos Babadan dengan intensitas sedang.
tirto.id - Situasi Gunung Merapi hari ini, Selasa, 9 Agustus 2022 berdasarkan periode pengamatan pukul 12.00-18.00 WIB mengalami 17 kali gempa guguran, 3 kali gempa hembusan, 25 kali gempa hybrid dan 1 kali gempa vulkanik dangkal.

Laman magma.esdm.go.id melaporkan, sampai saat ini, status gunung api yang terletak di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta masih dinyatakan Siaga Level III.

Oleh sebab itu, masyarakat masih diminta untuk tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya dan mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.


Aktivitas Gunung Merapi

Gunung Api Merapi terletak di Kab/Kota Sleman, Magelang, Boyolali, Klaten, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah dengan posisi geografis di Latitude -7.542°LU, Longitude 110.442°BT dan memiliki ketinggian 2968 mdpl.

Pengamatan Visual

Gunung api tertutup Kabut 0-II hingga tertutup Kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati. Cuaca mendung, angin lemah ke arah barat.

Keterangan Lain

Suara Guguran 2 kali terdengar dari Pos Babadan dengan Intensitas sedang.

Klimatologi

Cuaca mendung, angin lemah ke arah barat. Suhu udara sekitar 18-23°C. Kelembaban 69-91%. Tekanan udara 655-685 mmHg.

Pengamatan Kegempaan

  • 17 kali gempa Guguran dengan amplitudo 3-22 mm dan lama gempa 34-183 detik.
  • 3 kali gempa Hembusan dengan amplitudo 3-4 mm, dan lama gempa 12.9-21 detik.
  • 25 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 3-5 mm, S-P 0.4-0.5 detik dan lama gempa 5.5-7.5 detik.
  • 1 kali gempa Vulkanik Dangkal dengan amplitudo 30 mm, dan lama gempa 10.8 detik.

Rekomendasi

1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

2. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

3. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar G. Merapi.

4. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.


Baca juga artikel terkait GUNUNG MERAPI atau tulisan menarik lainnya Alexander Haryanto
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Alexander Haryanto
Editor: Iswara N Raditya

DarkLight