Menuju konten utama

Berita Gunung Merapi Hari Ini 8 Juni 2022: 23 Kali Gempa Guguran

Gunung Merapi mengalami 23 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-15 mm dan lama gempa 16.6-133.3 detik.

Berita Gunung Merapi Hari Ini 8 Juni 2022: 23 Kali Gempa Guguran
Luncuran lava pijar Gunung Merapi terlihat dari Turi, Sleman, DI Yogyakarta, Sabtu (5/2/2022).ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/rwa.

tirto.id - Situasi Gunung Merapi hari ini, Rabu, 8 Juni 2022 berdasarkan periode pengamatan pukul 12.00-18.00 WIB mengalami 23 kali kegempaan, 7 kali gempa hybrid/fase banyak, 3 kali gempa vulkanik dangkal dan 2 kali gempa tektonik jauh.

Sampai saat ini, seperti dilaporkan laman resmi magma.esdm.go.id, status gunung api yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta masih dinyatakan Siaga Level III.

Oleh sebab itu, masyarakat masih diminta agar tidak melakukan kegiatan apa pun di daerah potensi bahaya dan mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.

Aktivitas Gunung Merapi

Gunung Api Merapi terletak di Kab/Kota Sleman, Magelang, Boyolali, Klaten, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah dengan posisi geografis di Latitude -7.542°LU, Longitude 110.442°BT dan memiliki ketinggian 2968 mdpl.

Pengamatan Visual

Gunung api tertutup Kabut 0-I hingga tertutup Kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati. Cuaca berawan hingga mendung, angin lemah ke arah timur.

Klimatologi

Cuaca berawan hingga mendung, angin lemah ke arah timur. Suhu udara sekitar 17-21°C. Kelembaban 61-99%. Tekanan udara 626-688 mmHg.

Pengamatan Kegempaan

  • 23 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-15 mm dan lama gempa 16.6-133.3 detik.
  • 7 kali gempa hybrid/fase banyak dengan amplitudo 2-7 mm, S-P 0.4-0.6 detik dan lama gempa 5-7 detik.
  • 3 kali gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 27-75 mm, dan lama gempa 8.3-17.3 detik.
  • 2 kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 6-8 mm, S-P 28.48-44.24 detik dan lama gempa 95.2-244.6 detik.
Rekomendasi

1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

2. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

3. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar G. Merapi.

4. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.

Baca juga artikel terkait GUNUNG MERAPI atau tulisan lainnya dari Alexander Haryanto

tirto.id - Sosial budaya
Penulis: Alexander Haryanto
Editor: Iswara N Raditya