Berita Gunung Merapi Hari Ini: 6 Kali Gempa Guguran

Penulis: Alexander Haryanto, tirto.id - 16 Agu 2022 17:44 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Gunung Merapi mengalami 6 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-8 mm dan lama gempa 50.4-116.1 detik.
tirto.id - Situasi Gunung Merapi pada hari ini, Selasa, 16 Agustus 2022, berdasarkan periode pengamatan pukul 06.00-12.00 WIB mengalami 6 kali gempa guguran, 5 kali gempa hembusan, 11 kali gempa hybrid/fase banyak dan 1 kali gempa vulkanik dangkal.

Laman resmi magma.esdm.go.id menuliskan, sampai saat ini gunung api yang terletak di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih dinyatakan Siaga Level III.

Apabila terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.


Aktivitas Gunung Merapi

Gunung api Merapi terletak di Kab/Kota Sleman, Magelang, Boyolali, Klaten, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah dengan posisi geografis di Latitude -7.542°LU, Longitude 110.442°BT dan memiliki ketinggian 2968 mdpl.

Pengamatan Visual

Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-III. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal tinggi sekitar 20-50 meter dari puncak. Cuaca berawan hingga mendung, angin lemah ke arah timur.

Klimatologi

Cuaca berawan hingga mendung, angin lemah ke arah timur. Suhu udara sekitar 20-26°C. Kelembaban 66-86%. Tekanan udara 837.5-916.3 mmHg.

Pengamatan Kegempaan

  • 6 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-8 mm dan lama gempa 50.4-116.1 detik.
  • 5 kali gempa hembusan dengan amplitudo 3-6 mm, dan lama gempa 15-23.1 detik.
  • 11 kali gempa hybrid/fase banyak dengan amplitudo 3-20 mm, S-P 0.4-0.6 detik dan lama gempa 5.5-7.8 detik.
  • 1 kali gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 70 mm, dan lama gempa 8.4 detik.
Rekomendasi

1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

2. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

3. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar G. Merapi.

4. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.


Baca juga artikel terkait GUNUNG MERAPI atau tulisan menarik lainnya Alexander Haryanto
(tirto.id - Politik)

Penulis: Alexander Haryanto
Editor: Iswara N Raditya

DarkLight