Berita Gunung Merapi Hari Ini 28 Juni 2022: 12 Kali Gempa Guguran

Penulis: Alexander Haryanto - 28 Jun 2022 19:07 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Gunung Merapi mengalami 12 kali gempa guguran dengan amplitudo 4-23 mm dan lama gempa 19.7-136.6 detik.
tirto.id - Situasi Gunung Merapi hari ini, Selasa, 28 Juni 2022 berdasarkan periode pengamatan pukul 12.00-18.00 WIB mengalami 12 kali gempa guguran dan 1 kali gempa hembusan.

Masyarakat masih diminta untuk tidak melakukan kegiatan apa pun di daerah potensi bahaya dan mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.

Sebab, sampai saat ini, status Gunung Merapi masih dinyatakan Siaga Level III. Akan tetapi, apabila terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.


Aktivitas Gunung Merapi

Gunung api Merapi terletak di Kab/Kota Sleman, Magelang, Boyolali, Klaten, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah dengan posisi geografis di Latitude -7.542°LU, Longitude 110.442°BT dan memiliki ketinggian 2968 mdpl.

Pengamatan Visual

Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati. Cuaca cerah hingga mendung, angin lemah ke arah utara.

Klimatologi

Cuaca cerah hingga mendung, angin lemah ke arah utara. Suhu udara sekitar 16-21°C. Kelembaban 66-96%. Tekanan udara 568-686 mmHg.

Pengamatan Kegempaan

  • 12 kali gempa guguran dengan amplitudo 4-23 mm dan lama gempa 19.7-136.6 detik.
  • 1 kali gempa hembusan dengan amplitudo 2 mm, dan lama gempa 26 detik.

Rekomendasi

1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
2. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
3. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar G. Merapi.
4. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.


Baca juga artikel terkait GUNUNG MERAPI atau tulisan menarik lainnya Alexander Haryanto
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Alexander Haryanto
Editor: Iswara N Raditya

DarkLight