Berita Gunung Merapi Hari Ini 24 Mei 2022: 13 Kali Gempa Guguran

Penulis: Alexander Haryanto - 24 Mei 2022 13:57 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Gunung Merapi mengalami 13 kali gempa guguran dengan amplitudo 3 mm dan lama gempa 51.6 detik.
tirto.id - Situasi Gunung Merapi pada hari ini, Selasa, 24 Mei 2022 berdasarkan periode pengamatan pukul 06.00-12.00 WIB mengalami 13 kali gempa guguran, 3 kali gempa hybrid/fase banyak, 2 kali gempa vulkanik dangkal dan 1 kali gempa tektonik jauh.

Laman magma.esdm.go.id melaporkan, sampai saat ini masyarakat diminta agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Sebab, hingga sekarang status gunung api yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta masih dinyatakan Siaga Level III.


Aktivitas Gunung Merapi

Gunung Api Merapi terletak di Kab/Kota Sleman, Magelang, Boyolali, Klaten, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah dengan posisi geografis di Latitude -7.542°LU, Longitude 110.442°BT dan memiliki ketinggian 2968 mdpl.

Pengamatan Visual

Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-II. Asap kawah tidak teramati. Cuaca cerah hingga berawan, angin lemah ke arah timur.

Klimatologi

Cuaca cerah hingga berawan, angin lemah ke arah timur. Suhu udara sekitar 23-27°C. Kelembaban 66-71%. Tekanan udara 654-689 mmHg.

Pengamatan Kegempaan

  • 13 kali gempa guguran dengan amplitudo 3 mm dan lama gempa 51.6 detik.
  • 3 kali gempa hybrid/fase banyak dengan amplitudo 2-5 mm, S-P 0.3-0.5 detik dan lama gempa 6-7 detik.
  • 2 kali gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 55-60 mm, dan lama gempa 10.4-11.1 detik.
  • 1 kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 20 mm, S-P 17.96 detik dan lama gempa 68.5 detik.

Rekomendasi

1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

2. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

3. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar G. Merapi.

4. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.


Baca juga artikel terkait GUNUNG MERAPI atau tulisan menarik lainnya Alexander Haryanto
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Alexander Haryanto
Editor: Iswara N Raditya

DarkLight