Benarkah Terlalu Banyak Konsumsi Daging Picu Kolesterol Tinggi?

Oleh: Yonada Nancy - 20 Juli 2021
Dibaca Normal 1 menit
Apakah mengonsumsi banyak daging dapat menyebabkan kolesterol tinggi?
tirto.id - Bagi orang yang memiliki masalah dengan kadar kolesterol perlu memperhatikan konsumsi jenis makanan tertentu. Hal ini karena beberapa jenis makanan dapat memicu peningkatan kolesterol dalam tubuh yang berpengaruh pada kesehatan.

Kolesterol, menurut Mayo Clinic, merupakan substansi lunak yang ditemukan dalam darah. Kolesterol jahat dikenal dengan nama Low-density lipoprotein (LDL). Namun, ada juga yang dikenal sebagai kolesterol baik bernama High-density lipoproteins (HDL). Berbeda dengan kolesterol jahat yang residunya mengendap di arteri, kolesterol baik membuang sisa-sisanya melalui liver.

Tubuh memerlukan kolesterol untuk membangun sel-sel yang sehat. Akan tetapi, jumlah kolesterol yang terlalu banyak dalam darah dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit.

Hal ini karena kolesterol berlebih dapat menyebabkan penimbunan lemak di pembuluh darah manusia. Seiring berjalannya waktu, lemak semakin menumpuk dan menyebabkan darah sulit mengalir melalui arteri.

Dalam kasus terburuk, endapan bisa pecah dan membentuk gumpalan. Kondisi tersebut dapat menyebabkan serangan jantung atau stroke.

Kadar kolesterol dalam tubuh normal bagi orang dewasa adalah kurang dari 200 miligram per desiliter (mg/dL), dengan 200 dianggap sebagai batas tinggi.

Namun, untuk kadar kolesterol jahat harus kurang dari 100 mg/dL. Apabila lebih tinggi dari kadar tersebut dapat meningkatkan risiko penyakit-penyakit tertentu.

Apakah mengonsumsi banyak daging dapat menyebabkan kolesterol tinggi?

Daging menjadi sumber protein hewani yang banyak dikonsumsi masyarakat dunia. Selain protein, tersimpan nutrisi seperti zat besi dan vitamin B yang dibutuhkan oleh tubuh.

Daging sapi maupun ayam boleh dikonsumsi selama tidak berlebihan. Apabila dikonsumsi terlalu banyak, dapat meningkatkan kadar kolesterol dan lemak di dalam tubuh. Perlu diketahui bahwa tidak semua jenis daging mengandung kolesterol dengan kadar yang sama.

Mengutip Healthline, dalam satu porsi (100 gram) paha ayam, mengandung sekitar 134 mg kolesterol dan 2.2 gram saturasi lemak. Kandungan ini lebih tinggi dibandingkan daging dada ayam dengan porsi yang sama, yaitu mengandung 85 mg kolesterol dengan 1 gram saturasi lemak.

Begitupula dengan daging sapi. Daging sapi pada bagian rusuk kandungan kolesterolnya lebih tinggi dibandingkan bagian sirloin. Pada 100 gram daging sapi rusuk, kadar kolesterolnya adalah 94 mg dengan saturasi lemak 18 gram. Sementara pada sirloin dalam jumlah yang sama, kadar kolesterolnya adalah 89 mg dengan 5 gram saturasi lemak.

Selain jenis daging, kadar kolesterol pada makanan juga dipengaruhi pada teknik pemasakan. Teknik pemasakan dengan sedikit minyak, seperti dikukus, direbus, atau dipanggang dapat mengurangi kadar kolesterol dalam makanan. Sebaliknya, teknik pemasakan goreng (deep fried), marinasi dengan banyak minyak, atau gulai dapat meningkatkan kadar lemak dalam makanan dan tentunya kolesterol.

Bagaimana cara mengatasi kolesterol tinggi?

Kadar kolesterol tinggi bisa dialami siapa saja dari berbagai usia. Kadar kolesterol tinggi lebih berisiko dialami oleh orang-orang obesitas, perokok, kurang aktivitas, penderita diabetes, hingga orang berusia lanjut.

Mayo Clinic menyebutkan kadar koleseterol yang tinggi dapat dikendalikan dengan mengubah gaya hidup, menjadi:
  • Mulai menerapkan diet rendah garam
  • Mengonsumsi lebih banyak protein nabati seperti tahu, kacang-kacangan, atau biji-bijian
  • Membatasi konsumsi lemak hewani
  • Mengganti konsumsi protein hewani dengan daging yang mengandung kolesterol baik, seperti salmon atau tuna
  • Menurunkan berat badan bagi yang mengalami obesitas
  • Menghindari rokok
  • Rutin berolahraga, minimal 30 menit sehari
  • Menghindari konsumsi alkohol
  • Menghindari stres

Namun, kegiatan-kegiatan tersebut tentu akan sulit tanpa komitmen dan dukungan orang-orang sekitar. Sehingga, memberi tahu dan meminta dukungan dari kerabat atau keluarga tentang gaya hidup yang baru dapat memengaruhi kesuksesan perbaikan diri.


Baca juga artikel terkait KOLESTEROL atau tulisan menarik lainnya Yonada Nancy
(tirto.id - Kesehatan)

Kontributor: Yonada Nancy
Penulis: Yonada Nancy
Editor: Yulaika Ramadhani
DarkLight