Advertorial

Benarkah Lemon Efektif Mengatasi Ketombe?

Infografik Advertorial Clear
Header advertorial Clear. FOTO/Istockphoto
Oleh: Advertorial - 18 Maret 2019
Dibaca Normal 2 menit
Ketombe adalah penyakit berbahaya, kata Quintus Serenus Sammonicus, seorang penyair Latin klasik
tirto.id - Ketombe: sisik-sisik berwarna putih atau abu-abu di kulit kepala. Kadang sisik-sisik itu berjatuhan dan tertinggal di pakaian, terutama di area bahu dan sekitarnya. Ketombe sering dianggap berhubungan dengan keringnya kulit kepala.

Menurut MedBroadcast, selain akibat keringnya kulit kepala, ketombe juga dapat timbul karena ketidakcocokan dengan produk-produk perawatan rambut, penyakit--misalnya seborrheic dermatitis, dan jamur yang mirip ragi. Ketombe yang disebabkan jamur bisa jadi indikasi gejala penyakit yang lebih serius karena berhubungan dengan penurunan daya tahan tubuh.

Menurut Ranganathan dan Mukhopadhyay dalam artikel “Dandruff: The Most Comercially Exploited Skin Disease” yang dipublikasikan Indian Journal of Dermatology, ketombe adalah sekelompok korneosit, bagian terluar kulit, yang terlepas dari permukaan stratum corneum. Ukuran dan jumlah sisik-sisik ketombe bervariasi serta ditentukan oleh tingkat keparahan klinis.

Turner, Hoptroff, dan Harding dalam “Stratum corneum dysfunction in dandruff”, dipublikasikan International Journal of Cosmetic Science, menyatakan bahwa ketombe merupakan keluhan umum, setidaknya setengah populasi warga dunia mengalaminya. Masih menurut Turner dan kedua rekannya, selain berupa sisik di kulit kepala, ketombe sering disertai rasa gatal. Secara saintifik, ada tiga penyebab utama munculnya ketombe: kolonisasi jamur dari genus Malassezia, produksi sebum (minyak kulit), dan kecenderungan individual. Menurut Turner, dkk, tiga faktor yang saling berkaitan ini mendasari pola dan waktu munculnya ketombe.

Salah satu obat untuk mengatasi ketombe adalah sari buah-buahan dari genus Citrus. Cheorun Jo dan kelima rekannya, dalam laporan penelitian yang dipublikasikan Food Science and Biotechnology, menyimpulkan bahwa minyak esensial sitrus bisa digunakan sebagai bahan alami antibakteri dan antijamur pada kosmetik dan makanan. Laporan penelitian yang sama menunjukkan bahwa cairan esensial sitrus dapat menghambat perkembangan sejumlah jamur.

Sebuah laporan lain berjudul “Health and Medicinal Properties of Lemon (Citrus limonum)”, terbitan International Journal of Ayurvedic and Herbal Medicine, mengafirmasi penelitian Cheorun Jo dan kawan-kawannya. Laporan tersebut menampilkan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa flavonoid lemon memiliki manfaat biologis seperti antibakteri dan antijamur.

Ketika digunakan pada kulit, asamnya mengangkat kulit mati, mengusir ketombe...,” kata laporan itu.



Penggunaan sitrus sebagai bahan pembersih bisa dilacak hingga zaman Mesir Kuno. Orang-orang Mesir memang tidak menggunakan cairan sitrus untuk keramas, sebab mereka memilih untuk mencukur habis rambut mereka untuk menghindari kutu rambut. Demi menjaga penampilan, mereka mengenakan wig. Wig itulah yang dicuci menggunakan cairan sitrus. Minyak kulit kepala yang tertinggal dalam wig larut akibat asam sitrat yang terkandung dalam cairan tersebut.

Quintus Serenus Sammonicus, seorang penyair Latin yang kurang terkenal (meninggal pada 212 Masehi), menawarkan cara lain untuk mengatasi ketombe.

Ada sakit yang tak bisa dideteksi, tetapi berbahaya,/ketika kepala besar disisir berjatuhan ketombe,/tepung-tepung gandum yang dihasilkan batu penggiling,” tulisnya tentang ketombe, dalam pembuka bab III Liber Medicinalis (Buku Pengobatan), puisi didaktik Latin tentang berbagai macam penyakit dan cara mengatasinya.

Salah satu cara mengatasinya, kata Serenus dalam bab berjudul “Tentang Menghilangkan Ketombe,” adalah dengan ramuan cairan adas dan belerang segar yang dihaluskan.

Lemon dan obat-obatan yang disebutkan di atas mungkin ampuh membersihkan kepala dari ketombe dan menghilangkan gatal, sebagaimana didukung banyak penelitian, tetapi maukah kita repot-repot menyiapkan ramuan tersebut setiap hari? Bagaimana kita memperoleh bahan-bahannya?

Tenang saja, pilihan lebih mudah tersedia bagi kita. Sampo Clear Fresh Cool Lemon, contohnya. Sampo yang mengandung asam sitrat ini juga menawarkan khasiat lemon untuk memenuhi kebutuhan kulit kepala, terutama untuk melawan ketombe. Dalam hal ini, aroma Clear Fresh Cool Lemon juga lebih efektif untuk menangkal bau dan debu akibat polusi udara perkotaan, hal yang dampaknya tidak diperhitungkan ketika orang-orang Mesir Kuno memanfaatkan cairan sitrus atau ketika Serenus menulis puisi didaktiknya.

Sebagai ilustrasi untuk menunjukkan bagaimana Clear Fresh Cool Lemon bekerja menjaga kulit kepala kita dari polusi, mari kita bayangkan sebuah billboard di tengah kota, dan ratusan buah kelapa, dibagi menjadi dua kelompok, ditempelkan ke billboard tersebut. Satu kelompok dilapisi Clear Fresh Cool Lemon, kelompok yang lain tidak. Kelompok kelapa yang dilapisi Clear Fresh Cool Lemon tampak bersih, tetap segar, dan bebas dari tempelan debu. Kelompok yang tidak dilapisi tampak kusam, dan penuh debu polusi. Anda bisa menonton videonya di sini.



DarkLight