Menuju konten utama
Riset Kesehatan

Benarkah Depresi Bisa Menyebabkan Penyakit Jantung?

Depresi bisa menyebabkan penyakit jantung, benarkah demikian? Berikut penjelasannya.

Benarkah Depresi Bisa Menyebabkan Penyakit Jantung?
Ilustrasi seorang ibu depresi pasca-melahirkan. FOTO/iStockphoto

tirto.id - Depresi adalah gangguan mental yang dialami seseorang dan kondisi ini cukup mengkhawatirkan.

Menurut laman Kementerian Kesehatan, depresi merupakan gangguan suasana hati yang menyebabkan penderitanya terus-menerus merasa sedih.

Depresi berbeda dengan kesedihan biasa yang hanya berlangsung sebentar. Rasa sedih akibat depresi bisa berlangsung berminggu-minggu hingga berbulan-bulan, yang mengakibatkan seseorang kehilangan minat terhadap berbagai kegiatan yang biasanya ia lakukan dengan senang hati.

Gejala Depresi

Berikut adalah beberapa gejala depresi yang harus Anda waspadai:

  • Kehilangan ketertarikan atau motivasi untuk melakukan sesuatu;
  • Perasaan sedih berkepanjangan, hingga menangis terus-menerus;
  • Merasa sangat bersalah dan khawatir berlebihan;
  • Sulit menikmati hidup karena kehilangan kepercayaan diri;
  • Sulit membuat keputusan dan mudah tersinggung;
  • Tidak acuh pada orang lain;
  • Muncul pikiran untuk bunuh diri atau menyakiti diri sendiri.

Penyebab Depresi

Ilustrasi Mental Block

Ilustrasi Perempuan Depresi. foto/IStockphoto

Depresi bisa disebabkan oleh beberapa hal. Berikut di antaranya seperti dilansir situs WebMD:

  • Tindakan kekerasan: Berbagai tindakan kekerasan, ataupun pelecehan baik fisik, seksual atau emosional, dapat membuat seseorang lebih rentan terhadap munculnya depresi.
  • Usia: Orang dengan usia lanjut berisiko lebih tinggi untuk mengalami depresi, apalagi bila orang itu hidup sendiri atau kurang mendapat dukungan sosial.
  • Penggunaan obat-obatan: Beberapa obat, seperti isotretinoin (untuk mengobati jerawat), obat antivirus interferon-alfa, dan kortikosteroid, dapat meningkatkan risiko depresi.
  • Terjebak dalam konflik: Konflik yang terjadi dan tidak terselesaikan antara orang dekat, keluarga atau teman rentan mengakibatkan depresi.
  • Kematian atau perasaan kehilangan: Kesedihan akibat kematian atau kehilangan orang yang dicintai, dapat meningkatkan risiko depresi.
  • Jenis kelamin: Perempuan dua kali lebih rentan mengalami depresi dibandingkan laki-laki. Hal ini mungkin saja terjadi karena adanya perubahan hormonal pada waktu-waktu yang berbeda yang sering dialami oleh perempuan.
  • Genetik: Riwayat depresi anggota keluarga dapat meningkatkan risiko depresi pada seseorang.
  • Ada peristiwa besar yang bisa mengubah hidup: Peristiwa besar ini tidak melulu harus kejadian buruk, bahkan kejadian baik seperti memulai pekerjaan baru, lulus, atau menikah juga rentan memicu depresi. Termasuk berbagai peristiwa besar yang menyedihkan seperti, kehilangan pekerjaan atau kehilangan penghasilan, bercerai, atau pensiun.
  • Masalah pribadi: Berbagai masalah pribadi yang dihadapi seseorang, semisal, diusir dari keluarga atau dieksklusi dari kelompok sosial tertentu, dapat berkontribusi pada risiko depresi.
  • Mengidap penyakit serius: Seringkali seseorang yang mengidap penyakit serius bisa menjadi depresi, atau sejumlah kondisi medis lainnya bisa menjadi pemicu dari depresi.
  • Penyalahgunaan zat tertentu: Hampir 30% orang yang menyalahgunakan zat-zat tertentu, mengalami depresi berat atau depresi klinis.

Hubungan Depresi dengan Penyakit Jantung

Ilustrasi Takikardia

Ilustrasi. foto/istockphoto

Beberapa penelitian, seperti dilansir dari Healthline, menemukan bahwa orang dengan depresi rentan terkena penyakit jantung, dibandingkan orang yang tidak mengalami gangguan mental ini.

Depresi adalah gangguan kesehatan yang dapat menyebabkan sejumlah perubahan pada tubuh seseorang.

Jika Anda sering stres, terus-menerus merasa sedih, atau campuran keduanya, maka tekanan darah akan semakin naik. Inilah yang mengakibatkan Anda rentan terkena penyakit jantung.

Selain itu, depresi juga meningkatkan kadar zat yang disebut protein C-reaktif (CRP). CRP adalah penanda adanya radang dalam tubuh.

Jika tingkat CRP lebih tinggi dari ukuran normal, maka ini bisa jadi tanda awal bahwa Anda mungkin terkena penyakit jantung.

Depresi juga dapat menyebabkan penurunan minat untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Ini termasuk rutinitas harian seperti olahraga yang diperlukan untuk membantu mencegah penyakit jantung.

Selain itu, depresi juga membuat seseorang melakukan berbagai perilaku yang menstimulasi penyakit jantung, seperti konsumsi berlebihan makanan yang tidak sehat dan minuman beralkohol, termasuk merokok.

Dampak Psikologis Penyakit Jantung

Ilustrasi Mood

Ilustrasi suasana hati. foto/istockphoto

Menurut laman John Hopkins Medicine, penyakit jantung dapat memengaruhi banyak aspek kehidupan seseorang, termasuk aspek psikologis, seperti:

  • Terjadi perubahan sangat cepat pada sikap dan suasana hati;
  • Khawatir berlebihan tentang kepastian akan masa depan;
  • Takut tidak mampu memenuhi peran secara baik, apakah itu peran sebagai karyawan yang produktif, peran sebagai ibu atau ayah yang baik, peran sebagai anak perempuan atau sebagai anak laki-laki;
  • Merasa malu karena memiliki kebiasaan buruk yang menyebabkan penyakit jantung;
  • Rasa malu dan keraguan diri atas berkurangnya kemampuan fisik.

Baca juga artikel terkait DEPRESI atau tulisan lainnya dari Lucia Dianawuri

tirto.id - Kesehatan
Kontributor: Lucia Dianawuri
Penulis: Lucia Dianawuri
Editor: Dhita Koesno