Belum Bebas PMK, Ekonom Pertanyakan Alasan Impor Kerbau dari India

Reporter: Selfie Miftahul Jannah, tirto.id - 30 Jun 2022 13:54 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Penularan PMK tidak menyurutkan niat pemerintah Indonesia untuk tetap mengimpor daging kerbau beku dari negara yang belum bebas PMK seperti India.
tirto.id -
Kementerian Pertanian mencatat, hingga 24 Juni 2022 ada 19 provinsi di 216 kabupaten kota yang terdampak wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Jumlah ternak yang sakit tercatat 240.944 ekor kemudian sudah berhasil sembuh sebanyak 78.626 ekor.
Meluasnya kasus penularan PMK di dalam negeri tidak menyurutkan niat pemerintah Indonesia untuk tetap mengimpor daging kerbau beku dari negara yang belum bebas PMK seperti India.
Pada 28 Juni 2022 sudah ada 46.000 ton daging kerbau impor dari India yang masuk ke Indonesia. Kuota tersebut baru sebagian dari total daging kerbau beku yang dipesan pemerintah yaitu sebanyak 100.000 ton pada 2022.
Menanggapi hal tersebut, Research Associate CORE Dwi Andreas Santosa menjelaskan, pemerintah perlu tegas untuk menyelesaikan permasalahan PMK di dalam negeri.
“Jadi untuk itu saya tidak paham sama sekali ketika pemerintah dulu memutuskan untuk mengimpor daging dari India ya. Sudah jelas India itu tidak bebas PMK. Kemudian itu yang menyebabkan sekarang ini, setelah kita 32 tahun sebagai negara bebas PMK sekarang kita kena PMK. Kerugian akibat impor daging dari negara yang belum bebas PMK ini jauh lebih besar. Dapat untung apa? wong harganya hampir sama seperti daging di Australia,” kata dia kepada Tirto, Kamis (30/6/2022).
Dwi Andreas menjelaskan, harga daging sapi India malah tak jauh lebih murah dibandingkan daging dari beberapa negara lain yang masuk katagori bebas PMK. Sebut saja daging sapi dari Australia dijual dengan harga 3,5 dolar AS per kg, India 3,4 dolar AS per kg atau hanya terpaut 0,1 dolar AS per kg.
“Kemudian Amerika 5,58 dolar AS per kg, New Zeland 3,5 dolar AS per kg. Kenapa harus ngimpor dari india. Tidak masuk akal, lebih baik dari Australia atau dari New Zeland,” jelas dia.
Ia menjelaskan, masuknya wabah PMK kemungkinan besar berasal dari India. Karena hanya India yang merupakan negara satu satunya yang belum bebas PMK yang masih mengirimkan daging ke Indonesia.
“Kalau saya prediksi ya PMK ini hampir pasti dari daging yang berasal dari india ya. Prosesnya gini, kan daging itu diperdagangkan di pasar-pasar dimanapun. Kemudian kan daging itu dicairkan dulu, cairannya itu menginfeksi ke ternak ya sudah selesai. Kalau indukan bakalan itu dari Australia, ada dari Brazil tapi tidak banyak,” papar dia.
Di sisi lain di 2021 Dwi Andreas mencatat, impor daging beku cukup besar. Ia merinci daging beku impor yang datang ke Indonesia dari Australia ada sebanyak 87.427 ton, kemudian India 84.955 ton, Brazil 15.912 ton, Amerika Serikat 12.904 ton, New Zeland 9.966 ton dan Spanyol 3.356 ton.
“Produksi kita sendiri 60 persen impor 40 persen. 40 persen itu impor daging dan sapi,” kata dia.
Adanya prediksi pengamat mengenai wabah PKMK datang dari India Humas Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian Yuliana Susanti buka suara. Ia membantah, wabah PMK datang dari India.


Baca juga artikel terkait WABAH PMK atau tulisan menarik lainnya Selfie Miftahul Jannah
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Selfie Miftahul Jannah
Penulis: Selfie Miftahul Jannah
Editor: Anggun P Situmorang

DarkLight