Begini Cara Alpha Female Menjalin Relasi

Kontributor: Nayu Novita, tirto.id - 11 Sep 2022 08:00 WIB
Dibaca Normal 4 menit
Meski berprestasi di karirnya, seorang alpha female seringkali dituding sebagai pangkal masalah dalam kisruhnya hubungan percintaannya.
tirto.id - Beda dengan di masa lalu, sosok perempuan kuat yang biasa disebut dengan istilah alpha female kini bukanlah suatu hal yang langka. Saat ini tak sulit menemukan perempuan-perempuan kuat yang menduduki posisi puncak di tempat kerja, berkiprah di masyarakat, mengelola bisnis sendiri, dan menjadi pencari nafkah utama dalam keluarga.

Dalam laporan tahunan Grant Thornton “Women in Business 2022” yang belum lama ini dirilis, persentase perempuan yang menduduki posisi manajemen senior di perusahaan seluruh dunia mengalami peningkatan 1 poin dibandingkan tahun 2021, yaitu menjadi 32%.

Di Indonesia, angka kenaikan persentase ini bahkan mencapai 3 poin, yaitu menjadi 38%. Hal ini menjadikan Indonesia menduduki peringkat kelima sebagai negara yang memiliki perempuan di posisi manajemen senior terbanyak secara global.

Bukan hanya dari segi pencapaian level karier, jumlah penghasilan perempuan juga cenderung mengalami peningkatan dibandingkan lawan jenisnya. Dikutip dari situs BBC, menurut hasil sensus kependudukan setempat, ada sekitar 26% perempuan di Inggris yang memiliki gaji lebih tinggi dibandingkan pasangannya dan sekitar 30% perempuan di Amerika.

Angka ini melesat jauh dibandingkan hasil survey yang dilakukan oleh lembaga Pew Research Center tahun 1960. Mengacu pada hasil survey tersebut, pada saat itu hanya ada sekitar 3,8% perempuan di Amerika yang membawa pulang penghasilan lebih banyak dibandingkan pasangannya.

Untuk pertama kalinya pada pertengahan tahun ini, Fortune Indonesia juga merilis daftar Perempuan Paling Berpengaruh di Indonesia tahun 2022. Kedua puluh perempuan yang masuk di dalam daftar tersebut merupakan sosok alpha female yang memberikan kontribusi besar sebagai pemimpin di bidang pemerintahan dan politik, dalam mendukung perekonomian Indonesia.


Karakteristik Seorang Alpha Female

Dr. Adriana S. Ginanjar, M.S., psikolog dari Universitas Indonesia yang juga berpraktik sebagai konselor perkawinan menyatakan bahwa alpha female merupakan istilah modern yang digunakan untuk menggambarkan perempuan yang memiliki karakteristik kuat. Tipe perempuan ini mandiri, tahu apa yang dia inginkan, punya niat kuat untuk mencapai keinginan, serta memiliki ketekunan dan resiliensi untuk memperjuangkannya.

“Lingkungan melihat alpha female sebagai perempuan yang cerdas, menarik, selalu belajar, dan melakukan hal-hal yang memberikan hasil baik. Jadi bukan tipe perempuan submisif yang lebih mementingkan penampilan dibandingkan prestasi, serta sibuk dengan hal-hal yang sifatnya kurang substansial seperti aktivitas di media sosial,” jelas Adriana.

Meski demikian, Adriana melanjutkan, pemahaman tentang sosok alpha female menurut sudut pandang Barat dan Timur memiliki sedikit perbedaan. Dalam budaya Barat, seorang alpha female identik dengan perempuan yang sukses dan berprestasi di bidangnya, dominan, serta memiliki cara berbicara yang sangat lancar.

Beda dengan pemahaman dari budaya Timur, dimana seorang alpha female itu bisa saja memiliki sikap dan tutur kata yang halus. Walau begitu, ada irisan persamaan di antara kedua definisi tersebut, yaitu seorang alpha female adalah perempuan yang tegas dan memiliki visi, tahu apa yang dia inginkan, serta mau bekerja keras untuk mencapainya.

Penjelasan ini sejalan dengan hasil studi yang dilakukan di University of Toronto tahun 2019. Dalam penelitian tersebut disebutkan bahwa definisi alpha female tidaklah selalu sama persis, namun tergantung karakter masyarakat setempat dan tradisi yang berlaku. Bukan itu saja, definisi ini juga bisa mengalami perubahan pengertian seiring waktu.

Dulu, karakter alpha female kerap dikaitkan dengan sikap maskulin seperti dominan, ekstrovert, dan konfrontatif. Namun saat ini, seorang alpha female identik dengan perempuan yang mampu menampilkan dan memanfaatkan karakter feminin seperti mampu berempati, bisa bekerja sama dengan baik, dan memberikan solusi yang menguntungkan semua pihak.

Baca juga: Rutinitas, Tidak Melulu Membosankan


Karakter Alpha Female Bikin Pria Menjauh, Benarkah?

Terkait hubungan dengan lawan jenis, Adriana menyatakan bahwa seorang alpha female biasanya mencari relasi hubungan yang sifatnya setara. Perempuan dengan karakter alfa ingin memiliki pasangan yang bisa menjadi tempat bertukar ide dan pikiran, bukan pasangan yang selalu minta diladeni dan dituruti setiap perkataannya.

“Seorang alpha female tidak menyukai pasangan yang terlalu posesif dan pencemburu. Dia ingin memiliki pasangan yang bisa memberikan kebebasan, kepercayaan, mampu menghargai hal-hal yang dilakukannya, serta memberikan kesempatan untuk menampilkan dan mengaktualisasikan diri,” jelas Adriana.

Harapan ideal dan sikap berdaya dari seorang alpha female inilah yang kerap kali membuat pria merasa terancam. Terlebih pria yang datang dari masyarakat tradisional yang masih menjunjung tinggi budaya patriarki dan struktur sosial yang maskulin.

Terungkap dalam sebuah riset yang dilakukan di Inggris tahun 2019, perempuan yang menyandang fungsi sebagai pencari nafkah utama keluarga masih tetap dituntut untuk mengerjakan sebagian besar tugas domestik rumah tangga. Menurut hasil survey, meski sama-sama menjadi pencari nafkah utama dalam keluarga, ada 45% perempuan dan hanya 12% pria yang melakoni mayoritas pekerjaan domestik di rumah.

Hasil studi lain yang dilakukan di Cornell University tahun 2010 menyatakan bahwa pria yang memiliki penghasilan lebih rendah daripada perempuan yang menjadi pasangannya, memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk berselingkuh.

Menurut Christin Munsch, sosiolog yang juga peneliti utama dalam riset tersebut, hal ini terjadi karena pria tersebut merasa terancam dan berusaha mengembalikan hegemoni maskulinitasnya dengan cara menjalin hubungan dengan perempuan lain di luar pernikahan.

Dalam hal ini, seringkali perempuan yang menjadi alpha female justru menjadi pihak yang merasa bersalah atas perselingkuhan yang dilakukan pasangannya. Menurut Raina Brands, peneliti stereotip gender dari University College London School of Management, para perempuan ini merasa tidak berhasil memenuhi ekspektasi masyarakat terkait posisi perempuan dalam hubungan suami istri.

“Hal ini bisa menjadi masalah besar bila pada akhirnya para alpha female ini malah membuat keputusan tidak logis seperti menolak promosi kerja hanya karena tidak ingin gajinya sampai melampaui gaji suami. Atau menyediakan diri untuk mengerjakan semua tugas rumah tangga lantaran merasa bersalah karena telah merebut peran suami sebagai pencari nafkah,” ujar Christin.

Infografik Alpha Female
Infografik Alpha Female. tirto.id/Quita



Sikap Legowo + Rendah Hati = Kunci Keharmonisan Hubungan

Meski sering terjadi, bukan berarti perasaan terancam yang dialami pria ketika berpasangan dengan seorang alpha female merupakan suatu hal yang lumrah dan patut dianggap sebagai suatu kewajaran. Pasalnya, tak semua pria menunjukkan reaksi serupa ketika bersanding dengan seorang alpha female.

“Pada pasangan yang sudah menjalin hubungan sejak lama dan menyaksikan perkembangan karakter satu sama lain dari waktu ke waktu, perasaan terancam yang dialami pria atas eksistensi seorang alpha female biasanya tidak muncul. Ini karena pihak suami bisa mengamati setiap perkembangan dan kemajuan yang dialami istrinya secara bertahap, mulai dari nol hingga menjadi sosok hebat seperti saat ini,” jelas Adriana.

Baca juga: Istimewanya Jadi Orang Biasa

Namun, berhubung kita tidak bisa memilih waktu yang tepat untuk bertemu dengan calon pasangan, maka salah satu solusi untuk menjaga keharmonisan dalam hubungan percintaan seorang alpha female adalah dengan cara menjalin komunikasi dari hati ke hati yang baik dengan pasangan. Akan ideal pula apabila pihak suami dan istri bersedia saling memahami dan menyesuaikan diri dengan kondisi pasangannya.

Misalnya, seorang alpha female bisa berusaha menjaga keseimbangan dengan cara mengadopsi nilai-nilai ketimuran, seperti menunjukkan sikap hormat pada suami, sesekali menyempatkan diri untuk memasak bagi keluarga di akhir pekan atau membantu sang buah hati mengerjakan tugas sekolah, dan mau bergaul akrab dengan keluarga besar.

Pihak suami juga bisa memberikan lebih banyak kebebasan, penerimaan, dan dukungan pada istrinya untuk mengembangkan diri. Seorang alpha female biasanya memiliki banyak ide dan cadangan energi yang besar sehingga akan merasa sangat tertekan jika tidak bisa mewujudkannya menjadi karya nyata. Bila aspirasinya dipendam, ujung-ujungnya seorang alpha female akan merasa kehilangan kebahagiaan dalam pernikahan.

Komunikasi yang baik itu penting agar kedua belah pihak bisa saling mengetahui dan memahami apa yang dipikirkan dan dirasakan pasangannya. Sikap toleransi juga penting dimiliki agar hal-hal yang tidak disukai dari pasangan tidak dianggap sebagai suatu kesalahan, melainkan sekadar sebuah perbedaan yang bisa dicari titik tengah atau jalan keluar.

Selain itu semua, menurut Adriana, tak kalah penting juga untuk memiliki pengelolaan keuangan yang baik dalam rumah tangga. Seorang alpha female biasanya memiliki sumber pemasukan keuangan sendiri di luar dari gaji suami, yang nominalnya bisa lebih sedikit atau lebih besar. Terkait hal ini, buatlah kesepakatan mengenai penggunaan uang, apakah penghasilan istri akan digunakan untuk kepentingan istri saja atau dipakai juga untuk membiayai operasional keluarga.

Bila ternyata penghasilan istri lebih besar, jangan lantas istrinya menunjukkan sikap sombong dan merendahkan suami. Pasalnya, selain berpengaruh pada operasional rumah tangga, pengelolaan keuangan juga bisa berpengaruh pada kehidupan seks. Bisa jadi, istri jadi menganggap suami tidak menarik lagi karena penghasilannya lebih sedikit. Atau suami jadi kesulitan mempertahankan performa di ranjang karena merasa inferior dari istrinya.

“Intinya, sikap saling legowo (menerima) dan rendah hati akan menjadi kunci penting untuk menjaga keharmonisan dalam sebuah hubungan yang melibatkan seorang alpha female,” tutup Adriana.

Baca juga artikel terkait RELASI ASMARA atau tulisan menarik lainnya Nayu Novita
(tirto.id - Gaya Hidup)

Kontributor: Nayu Novita
Penulis: Nayu Novita
Editor: Lilin Rosa Santi

DarkLight