Beda Tes COVID-19 GeNose, Rapid Test Antigen, Antibodi & Swab PCR

Oleh: Nur Hidayah Perwitasari - 4 Februari 2021
Dibaca Normal 2 menit
Beda metode pemeriksaan COVID-19 menggunakan GeNose, rapid test antigen, antibodi, dan swab PCR.
tirto.id - GeNose, alat yang dikembangkan Universitas Gadjah Mada untuk mendetaksi COVID-19 menjadi salah satu pilihan bagi Anda yang ingin mendeteksi ada tidaknya infeksi virus Corona jenis baru dalam tubuh.

Selain GeNose, deteksi COVID-19 juga bisa dilakukan dengan metode rapid test antibodi, rapid test antigen maupun swab PCR. Lantas apa beda metode pemeriksaan menggunakan GeNose, rapid test antigen, antibodi, swab PCR dan bagaimana tingkat efektifitasnya?

Rapid test swab antigen


Melansir laman Indonesia.go.id, nama lain dari rapid test antigen ini adalah tes diagnosa cepat atau rapid swab dengan mengambil sampel lendir dalam hidung untuk pemeriksaan.

Tujuan pemeriksaan swab antigen adalah mengidentifikasi ada atau tidaknya infeksi aktif virus Corona melalui deteksi protein dari virus Corona tersebut.

Hal ini tentu berbeda dengan rapid tes antibodi yang mengidentifikasi antobodi dalam tubuh Anda.

Lama waktu yang dibutuhkan untuk mendeteksi virus Corona aktif melalui rapid test antigen adalah 20 hingga 30 menit.

Sedangkan akurasi pemeriksaan ini cukup akurat karena sensitivitasnya hingga 80 persen. Sedangkan harga untuk pemeriksaan rapid test antigen ini lebih mahal dibanding rapid test antibodi yaitu di atas Rp200 ribu.

Swab PCR


Malansir laman Primaya Hospital, swab dan PCR tak terpisahkan dalam metode tes untuk menegakkan diagnosis COVID-19. Swab adalah cara untuk memperoleh bahan pemeriksaan (sampel). Swab dilakukan pada nasofaring dan atau orofarings.

Pengambilan ini dilakukan dengan cara mengusap rongga nasofarings dan atau orofarings dengan menggunakan alat seperti kapas lidi khusus.

Sedangkan PCR adalah singkatan dari polymerase chain reaction. PCR merupakan metode pemeriksaan virus SARS Co-2 dengan mendeteksi DNA virus. Melalui uji ini akan didapatkan hasil apakah seseorang positif atau tidak SARS Co-2.

Dibanding rapid test, pemeriksaan RT-PCR lebih akurat. Metode ini jugalah yang direkomendasikan WHO untuk mendeteksi COVID-19.

Namun akurasi ini dibarengi dengan kerumitan proses dan harga alat yang lebih tinggi. Selain itu, proses untuk mengetahui hasilnya lebih lama ketimbang rapid test.

Rapid test maupun PCR memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing. Keduanya bisa dipakai dalam rangka diagnosis COVID-19. Rapid test direkomendasikan bagi masyarakat yang akan melakukan tes skrining mandiri untuk keperluan syarat keluar kota maupun keperluan mendesak lainnya yang membutuhkan waktu singkat.

Rapid test antibodi

Rapid test antibodi memiliki nama lain yaitu tes serologi dengan mengambil darah untuk sampel pemeriksaan.

Tujuan pemeriksaan ini untuk mendeteksi kemunculan antibodi seseorang akibat infeksi virus corona dalam tubuhnya.

Sasaran pemeriksaan rapid test antibodi ini adalah antibodi yang terdapat dalam darah dan sebagai screening awal COVID-19.

Lama waktu yang digunakan untuk mendeteksi ada tidaknya antibodi dalam tubuh adalah 5 hingga 10 menit.

Harga rapid test antibodi ini cukup terjangkau yaitu Rp150 ribu bahkan di beberapa rumah sakit harganya bisa di bawah Rp100 ribu jika sedang ada promo.

Namun sayangnya pemeriksaan rapit test antibodi ini masih kurang akurat karena antibodi seseorang biasanya baru akan terbentuk 14 hari setelah orang tersebut terinfeksi COVID-19.

GeNose

GeNose, adalah alat penyaringan (screening) COVID-19 yang dikembangkan Universitas Gadjah Mada (UGM).

GeNose diklaim memiliki kemampuan mendeteksi virus corona baru dalam tubuh manusia dalam waktu cepat. Tidak kurang dari 2 menit hasil tes sudah dapat diketahui apakah positif atau negatif COVID-19.

Selain mengklaim cepat dalam melakukan deteksi dan memiliki akurasi tinggi, penggunaan alat ini jauh lebih murah bila dibandingkan dengan tes usap PCR yaitu sekitar Rp15 ribu hingga Rp20 ribu untuk sekali pemeriksaan.

GeNose bekerja mendeteksi Volatile Organic Compound (VOC) yang terbentuk karena adanya infeksi COVID-19 dan keluar bersama nafas melalui embusan nafas ke dalam kantong khusus. Selanjutnya diidentifikasi melalui sensor-sensor yang kemudian datanya akan diolah dengan bantuan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence).

Alat ini juga dilengkapi dengan sistem cloud computing yang memungkinkan untuk deteksi virus Corona jenis baru secara real time.

Sementara itu, berikut cara, langkah dan ketetuan deteksi COVID-19 menggunakan GeNose C19,

1. Pada layanan pemeriksaan GeNose C19, Anda akan diminta untuk mengambil napas melalui hidung dan membuangnya melalui mulut sebanyak tiga kali.

2. Langkahnya adalah, sebanyak dua kali di awal, ambil napas dan buang di dalam masker. Lalu pada saat pengambilan napas ke-3, langsung embuskan ke dalam kantong hingga penuh.

3. Kunci kantong agar udara di dalamnya tidak keluar dan serahkan kantong kepada petugas untuk dianalisis menggunakan alat GeNose C19.

4. Hasil pemeriksaan GeNose C19 ini akan keluar dalam waktu sekitar tiga menit. Pemeriksaan dilakukan satu kali tanpa pengulangan.

Namun, hal terpenting yang harus diingat adalah GeNose C19 bukan alat utama untuk pemeriksaan COVID-19. Jika pada pemeriksaan menggunakan GeNose C19 keluar hasil positif maka Anda tetap harus melakukan pemeriksaan lanjutan dengan metode swab PCR untuk menegakkan diagnosa COVID-19.


Baca juga artikel terkait GENOSE atau tulisan menarik lainnya Nur Hidayah Perwitasari
(tirto.id - Kesehatan)

Penulis: Nur Hidayah Perwitasari
Editor: Agung DH
DarkLight