Menuju konten utama

Beda Respons Sandi dan Puan Soal Wacana Tukar Aset Dolar ke Rupiah

Sandiaga mengklaim siap menukarkan aset berupa dolar AS miliknya ke rupiah. Sementara Puan Maharani memberikan jawaban berbeda.

Beda Respons Sandi dan Puan Soal Wacana Tukar Aset Dolar ke Rupiah
(Ilustrasi) Warga menunjukkan pecahan uang dolar Amerika yang ditukarkan di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Rabu (14/3/2018). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan.

tirto.id - Nilai tukar rupiah saat ini terus melemah hingga nyaris menyentuh level Rp15.000 per dolar AS. Hal ini memunculkan wacana agar para pejabat dan konglomerat menukarkan aset uang dolar AS miliknya ke rupiah.

Saat ditanya mengenai wacana untuk memperkuat nilai tukar rupiah tersebut, bakal cawapres Sandiaga Uno dan Menko PMK Puan Maharani memberikan jawaban berbeda.

Sandiaga mengklaim siap menukarkan aset dolar AS miliknya ke Rupiah. Namun, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini tidak menyebut secara pasti jumlah simpanan uang dalam bentuk dolar AS miliknya saat ini.

"Saya sudah mengonversi simpanan (dolar AS) saya ke Rupiah. Ini waktunya sama-sama membela negara, jangan sampai terpecah belah,” kata Sandiaga di wilayah Bulungan, Jakarta Selatan, Rabu (5/9/2018)

“Spekulan banyak, jangan mau kita terkecoh, apalagi mereka banyak akalnya dari pada akhlaknya," dia menambahkan.

Sandiaga juga mengimbau kepada generasi milenial agar tidak pelesiran ke luar negeri terlebih dulu dan menikmati destinasi wisata dalam negeri saja.

"Sorry to say, you guys milenial like to travel, for the shake of the country, tahan dulu ke luar negerinya, yang weekend ke Singapura, Kuala Lumpur, fokus pariwisata di sini," kata dia.

Sementara itu, Puan Maharani enggan memberikan jawaban tegas saat ditanya soal sikapnya terhadap desakan agar para pejabat menukarkan aset dolarnya ke rupiah.

"Saya punya dolar enggak ya?" Kata Puan berkelakar sambil tertawa kepada wartawan, di Kompleks DPR, Senayan, Jakarta Pusat, pada hari ini.

Puan kemudian menjelaskan bahwa pemerintah sudah melakukan rapat koordinasi untuk melakukan antisipasi terhadap potensi resesi ekonomi akibat melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

"Sudah dilakukan rapat koordinasi terkait mengantisipasi jangan sampai devisa keluar, jadi kita akan perbanyak ekspor, mengurangi impor, dan itu juga salah satu hal menjaga ekonomi agar kembali stabil," kata Puan.

Baca juga artikel terkait NILAI RUPIAH atau tulisan lainnya dari M. Ahsan Ridhoi

tirto.id - Ekonomi
Reporter: M. Ahsan Ridhoi
Penulis: M. Ahsan Ridhoi
Editor: Addi M Idhom