Menuju konten utama

Beda Nyeri Payudara Jelang Menstruasi atau karena Tumor

Benjolan yang bersifat kanker biasanya tidak terasa nyeri. Namun bila terasa nyeri, bisa jadi benjolan itu sebetulnya tumor jinak.

Beda Nyeri Payudara Jelang Menstruasi atau karena Tumor
Gambar framing waru atau simbol cinta didada wanita dengan lencana merah muda untuk mendukung penderita kanker payudara. Foto/Getty Images/iStockphoto

tirto.id - Pada beberapa perempuan, hari-hari menjelang menstuasi sering kali ditandai dengan nyiri pada bagian payudara.

Namun bagaimana cara untuk membedakan apakah itu nyeri payudara biasa karena akan menstruasi atau tanda adanya masalah serius pada payudara?

Dokter Nadhira Afifa, alumni Universitas Harvard, mengatakan salah satu ciri kanker payudara yang bisa dideteksi lewat pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) adalah adanya benjolan.

"Benjolan ini biasanya tepinya tegas, berbentul bulat dan keras, tidak bisa digeser-geser (immobile)," kata Nadhira dilansir dari Antara.

Menurutnya, benjolan yang bersifat kanker biasanya tidak terasa nyeri. Namun bila terasa nyeri, bisa jadi benjolan itu sebetulnya tumor jinak atau akibat dari infeksi, hal lain di luar kanker.

Ia juga mengatakan, ciri lain dari kanker payudara adalah kulit yang mengerut seperti kulit jeruk. Selain itu, puting pun masuk ke dalam dan di sekitarnya mengerut.

Payudara juga mengeluarkan cairan, biasanya berupa darah.

Nadhira mengingatkan kepada setiap perempuan untuk aktif melalukan deteksi dini dengan SADARI, memeriksa apakah ada perubahan pada payudara yang harus diperiksa dokter.

Sebagian besar kasus kanker payudara terjadi pada perempuan berusia di atas 50 tahun.

Selain usia, faktor lain yang membuat seseorang berisiko terkena kanker payudara adalah genetika.

Mereka yang punya riwayat keluarga mengalami kanker payudara juga berisiko terkena hal yang sama.

Pemakaian kontrasepsi oral dalam jangka waktu panjang, perempuan yang haid di bawah umur 12 tahun dan punya riwayat tumor jinak juga lebih berisiko.

Penyakit ini juga berisiko dialami orang yang melahirkan pertama kali di atas umur 35 tahun, menopause di atas usia 52 tahun, serta menjalani gaya hidup tak sehat yang berakibat obesitas, merokok dan jarang berolahraga.

Rajin berolahraga, mengurangi konsumsi daging merah dan daging olahan serta alkohol juga memperbanyak konsumsi sayur dan buah jadi upaya untuk mencegah risiko terkena kanker.

Baca juga artikel terkait KANKER PAYUDARA

tirto.id - Kesehatan
Sumber: Antara
Penulis: Nur Hidayah Perwitasari
Editor: Agung DH