Menuju konten utama

BBM Subsidi Naik, Pedagang: Kenaikan Harga Sembako Pasti Terjadi

IKAPPI  tidak menampik kebijakan kenaikan harga BBM subsidi akan menimbulkan harga sembako meroket.

BBM Subsidi Naik, Pedagang: Kenaikan Harga Sembako Pasti Terjadi
Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman (kanan) berdialog dengan pedagang saat memantau harga pangan di Pasar Sago, Kota Pekanbaru, Jumat (23/12). Gubernur Riau menyatakan harga bahan pangan di daerah itu relatif stabil dan stok mencukupi menjelang perayaan Natal dan tahun baru. ANTARA FOTO/FB Anggoro/foc/16.

tirto.id - Pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite dan Solar pada Sabtu (3/9/2022) pekan lalu. Terkait hal itu, Ketua Bidang Penguatan Usaha dan Investasi DPP Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI), Ahmad Choirul Furqon tidak menampik kebijakan tersebut akan berdampak besar terhadap banyak sektor khususnya para pedagang di pasar dan menimbulkan harga sembako meroket.

"Kenaikan harga BBM ini akan berdampak sangat besar terhadap kenaikan harga sembako. Mungkin hari ini masih belum terlalu terlihat, karena masih penyesuaian harga, namun kenaikan harga sembako itu pasti," katanya dalam pesan singkat, Selasa (6/9/2022).

Dia menuturkan kenaikan harga BBM akan memberikan efek domino. Mulai dari inflasi, meroketnya tarif transportasi hingga lonjakan harga pangan.

"Kenaikan harga BBM ini akan memberikan efek domino terhadap kehidupan masyarakat, seperti inflasi, biaya transportasi, hingga lonjakan harga pangan," bebernya.

Lebih lanjut, dia mengklaim saat ini dampak kenaikan harga BBM sudah mulai terasa. Harga daging ayam, cabai di sejumlah daerah sudah meroket.

"Dampak kenaikan harga BBM untuk awal saja sudah terlihat sekali. Baru berapa hari naik, harga daging ayam di wilayah Singaparna sudah mulai naik, harga cabai di Tasikmalaya sudah naik. Jangan sampai nanti ketika harga sembako sudah mulai naik malah saling menyalahkan. Pasalnya saling menyalahkan ini sudah pernah terjadi saat kenaikan harga cabai beberapa waktu lalu," jelasnya.

Dia juga menilai bantuan langsung tunai (BLT) yang diberikan kepada masyarakat hanya menjadi obat penawar sementara saat BBM subsidi dinaikkan. Sementara, Ahmad menilai pemerintah tidak memikirkan solusi panjang dari dampak kebijakan yang sudah diambil.

"Kami berharap pemerintah tidak hanya menggunakan kebijakan populis sebagai solusi, tapi harus kebijakan yang memang substantif dan cerdas. Kebijakan BLT dalam praktiknya hanya seperti menjadi obat bius sementara bagi masyarakat, setelah BLT selesai lantas apa solusi untuk masyarakat," ungkapnya.

"Kita tau sejak lama Indonesia Disandera oleh mafia Migas, kami harap kenaikan harga BBM ini tidak hanya menguntungkan para importir migas dan menyengsarakan masyarakat, khususnya pedagang pasar," pungkasnya.

Baca juga artikel terkait AKIBAT BBM NAIK atau tulisan lainnya dari Selfie Miftahul Jannah

tirto.id - Ekonomi
Reporter: Selfie Miftahul Jannah
Penulis: Selfie Miftahul Jannah
Editor: Intan Umbari Prihatin