Bayi Bingung Puting: Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Oleh: Yonada Nancy - 2 Januari 2020
Dibaca Normal 1 menit
Mengenal breastfeeding strike pada bayi.
tirto.id - Pemberian ASI dinilai sangat penting untuk tumbuh kembang bayi. Pada enam bulan pertama, ASI merupakan asupan nutrisi utama bayi sebelum bisa memeroleh makanan pendamping. World Health Organization (WHO) menyarankan ASI terus diberikan pada anak hingga berusia dua tahun.

Bagi bayi, ASI memiliki manfaat kesehatan yang luar biasa. Dilansir Web MD, ASI mengandung protein, karbohidrat, dan vitamin yang tinggi sehingga mampu memenuhi kebutuhan nutrisi bayi. Ditambah ASI juga mengandung antibodi yang dapat membantu bayi melawan virus dan bakteri penyebab berbagai masalah kesehatan.

Selain untuk bayi, pemberian ASI juga bermanfaat bagi ibu, khususnya dalam pembakaran kalori. Menyusui terbukti dapat mengurangi berat badan yang meningkat ketika hamil dengan lebih cepat.

Memberikan ASI secara langsung tanpa menggunakan botol, dapat meningkatkan kedekatan antara ibu dan buah hati.

Selain itu, menyusui secara langsung juga dapat meningkatkan hormon oksitosin pada ibu, sehingga menurunkan risiko depresi usai melahirkan. Namun, bagaimana jika bayi tidak mau menyusu secara langsung dan menolak payudara ibu?

Kondisi ini sering disebut dengan bingung puting atau breastfeeding strike. Menurut laporan dari Mayo Clinic hal ini bisa diakibatkan oleh berbagai faktor seperti:
  • Bayi sedang sakit seperti sariawan, demam akibat imunisasi, atau pilek, sehingga sulit bernapas ketika menyusu.
  • Aroma ibu tidak disukai karena penggunaan lotion, parfum, atau minyak berbau menyengat.
  • Stres, stimulasi berlebihan, terlambat menyusui, atau terlalu lama ibu terpisah dari bayi.
  • Bayi sudah terlalu terbiasa dengan botol atau kempeng.
  • Bayi tidak nyaman pada posisi menyusu.
        Faktor-faktor tersebut perlu diidentifikasi untuk bisa diatasi. Berikut ini ada beberapa cara yang disarankan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), untuk mengatasi bingung puting pada bayi:
          • Hentikan penggunaan botol dan kempeng
          • Pertimbangkan untuk tidak menggunakan puting buatan
          • Memperkenalkan kembali bayi pada proses menyusu dengan kontak kulit dan gendong bayi di dekat payudara di antara waktu menyusu
          • Menyusui saat bayi dalam keadaan tenang, jangan menunggu saat bayi sangat lapar. Waktu yang tepat biasanya pagi hari atau saat bangun tidur.
          • Memastikan bayi menyusu pada posisi yang tepat, yakni ketika bayi dalam posisi yang sesuai di lengan ibu. Pada posisi yang benar, mulut bayi terbuka lebar dan lidah di bawah sebelum melekat ke payudara.
          • Memberikan contoh membuka mulut saat memberikan instruksi buka mulut kepada bayi. Bayi baru lahirpun dapat meniru ekspresi muka orang dewasa.
          • Menstimulasi payudara dengan memompanya terlebih dahulu agar ASI lebih cepat keluar.
          • Gunakan pipet atau selang (feeding tube) untuk meneteskan ASI ke mulut bayi ketika melekat ke payudara.

        Baca juga artikel terkait BAYI atau tulisan menarik lainnya Yonada Nancy
        (tirto.id - Kesehatan)

        Kontributor: Yonada Nancy
        Penulis: Yonada Nancy
        Editor: Yulaika Ramadhani
        DarkLight