Menuju konten utama

Bawaslu Temukan Dua Truk Selebaran Provokatif di Jakbar

Bawaslu DKI Jakarta menemukan ribuan spanduk dan selebaran provokatif serta alat peraga kampanye pelanggar aturan selama masa kampanye putaran kedua Pilkada DKI Jakarta.

Bawaslu Temukan Dua Truk Selebaran Provokatif di Jakbar
Petugas Satpol PP Cengkareng menurunkan spanduk yang dianggap provokatif, di Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (15/3/2017). Puluhan spanduk ditertibkan karena telah meresahkan masyarakat, terutama jelang Pilkada putaran kedua saat ini. ANTARA FOTO/Lucky R.

tirto.id - Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta Mimah Susanti mengeluhkan masa kampanye putaran kedua Pilkada DKI Jakarta masih kebanjiran kampanye hitam dan provokatif, terutama lewat spanduk dan selebaran.

Mimah mencontohkan, selama masa kampanye putaran kedua ini, Bawaslu DKI Jakarta menemukan selebaran bernada provokasi hingga sebanyak dua truk di kawasan Jakarta Barat saja. Dia tidak menyebutkan isi selebaran itu, tapi memastikan isinya provokatif dan terkait Pilkada DKI Jakarta.

"Selebaran sampai dua truk, kami tidak tahu siapa pelakunya," kata Mimah dalam diskusi bertajuk Adu Program VS Kampanye Hitam di Jakarta, pada Sabtu (1/4/2017) seperti dilansir Antara.

Selama masa kampanye putaran kedua, Menurut Mimah, Bawaslu DKI Jakarta bersama Satuan Polisi Pamong Praja dan kepolisian juga telah menurunkan ribuan spanduk provokatif di 632 titik. Ratusan alat peraga kampanye pelanggar aturan juga sudah dicopot.

"Sudah kami turunkan spanduk-spanduk provokasi di 632 titik. Kemudian alat peraga kampanye yang diturunkan ada 630 titik," kata Mimah.

Menurut Mimah, jumlah spanduk provokatif temuan Bawaslu yang terbanyak menyebar di kawasan Jakarta Selatan.

Mimah berharap dalam Pilkada DKI Jakarta putaran kedua, paslon dan timses tidak lagi melakukan kampanye hitam dan kampanye negatif demi memenangkan paslon yang didukungnya.

"Sebaiknya kampanye negatif dan kampanye hitam itu tidak perlu dilakukan karena sama-sama punya kepentingan untuk menjatuhkan lawan,” ujar dia.

Dia lalu mengimbuhkan, “Walaupun kampanye negatif itu kadang berdasarkan fakta, tapi tujuannya untuk menaikkan citra paslon yang didukung dan menjatuhkan lawan. Sedangkan kampanye hitam cenderung fitnah."

Mimah meminta seluruh pihak mau bekerja sama menciptakan suasana pilkada yang tenang dan kondusif demi terciptanya iklim demokrasi yang baik.

Di putaran kedua Pilkada DKI Jakarta 2017, pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat akan bertarung dengan pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno untuk berebut suara pemilih warga ibu kota pada 19 April mendatang. Kini kedua pasangan itu masih menjalani masa kampanye yang berlangsung pada 7 Maret-15 April 2017.

Baca juga artikel terkait BAWASLU atau tulisan lainnya dari Addi M Idhom

tirto.id - Politik
Reporter: Addi M Idhom
Penulis: Addi M Idhom
Editor: Addi M Idhom