Menuju konten utama

Barcelona dan Proyek Cuci Gudang Klub-Klub Eropa

Proyek "cuci gudang" Barcelona pun dipandang perlu untuk bangkit dari keterpurukan musim ini.

Barcelona dan Proyek Cuci Gudang Klub-Klub Eropa
Sergio Busquets - FC Barcelona. foto/Rilis BCW Indonesia

tirto.id - Kegagalan musim 2019/2020 membuat Barcelona hendak melakukan perombakan besar-besaran untuk musim depan. Pelatih Quique Setien telah dipecat dan digantikan Ronald Koeman. Jajaran direksi Barcelona juga menjanjikan perombakan skuat.

Penyerang andalan Barca selama enam musim terakhir, Luis Suarez dilaporkan tidak masuk rencana Koeman dan akan dijual. Legenda Blaugrana, Lionel Messi pun mengejutkan publik usai meminta pergi pada Selasa (25/8) tadi.

Koeman sendiri mengaku akan mengubah skuad dan permainan Barca musim depan. Sebagai langkah pertama, pelatih berkebangsaan Belanda itu menjanjikan Frenkie de Jong akan bermain di posisi aslinya.

"Saya pikir ini adalah saat untuk memberi kesempatan pada para pemain muda yang pantas. Kami tidak takut, jika mereka dapat membuktikan bahwa mereka siap untuk itu. Saya pikir mereka berkualitas, tetapi benar untuk mengatakan bahwa Anda tetap harus punya keseimbangan," ucap Koeman dilansir laman resmi Barcelona.

Proyek "cuci gudang" Barcelona pun dipandang perlu untuk bangkit dari keterpurukan musim ini. Lorena Cos, seorang psikolog olah raga menyebut perombakan skuat diperlukan sebuah tim untuk bangkit dan menjaga regenerasi.

"Jika kita mengingkan hasil yang berbeda, kita harus melakukan hal-hal berbeda, bahkan jika itu terlihat sulit dipahami pada awalnya, karena otak merasa aman dengan apa yang sudah diketahui," ucap Kos kepada Marca.

Blaugrana hendak mengikuti jejak tim-tim yang meraih kesuksesan dengan perombakan skuad pada masa lalu. Rival Barca, Real Madrid pernah melakukan ini saat Florentino Perez kembali menjadi presiden klub pada 2009/2010. Madrid melepas lebih dari 10 pemain dan memboyong Cristiano Ronaldo, Kaka, Xabi Alonso, dan Karim Benzema.

Sebelumnya, Barca juga pernah melakukan "cuci gudang" pada musim 1988/1989. Johan Cruyff dipercaya sebagai pelatih yang memimpin perubahan besar itu. Hasilnya, Barcelona era Cruyff tampil baik dan dijuluki "tim impian".

Di bawah Cruyff, Blaugrana meraih trofi Liga Champions pertama sepanjang sejarah klub. Pelatih asal Belanda itu juga mempersembahkan empat gelar La Liga, tiga Piala Super Spanyol, satu Copa Del Rey, dan satu Piala Super Eropa selama delapan tahun melatih Barcelona.

Baca juga artikel terkait BURSA TRANSFER atau tulisan lainnya dari Ikhsan Abdul Hakim

tirto.id - Olahraga
Kontributor: Ikhsan Abdul Hakim
Penulis: Ikhsan Abdul Hakim
Editor: Ibnu Azis