Bantah Jonan, Pertamina Sebut Pencampuran B20 Sudah Konsisten

Oleh: Vincent Fabian Thomas - 13 Juni 2019
Dibaca Normal 1 menit
Pertamina mengklaim sudah mencampurkan bahan bakar solar campur biodesel atau B20 sesuai dengan ketentuan secara konsisten.
tirto.id - Vice President (VP) Supply and Distribution Pertamina, Faris Azis mengatakan, perusahaannya telah mencampuran fatty acid methyl ester (FAME) dan bahan bakar solar campur biodiesel atau B20 dengan baik.

Menurut dia, metode in line blending yang dilakukan Pertamina dalam pembuatan B20, sudah berjalan dengan baik.

Pernyataan Faris ini membantah Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menyebut ada kendala dalam uji coba coba B20.

Menurut Jonan, terdapat kendala dalam pencampuran atau pemurnian FAME. Kendala ini, kata Jonan, sempat berpengaruh pada respons mesin yang menggunakannya.

"Pertamina atau badan usaha BBM lain ini harus meyakinkan bahwa proses pencampuran betul [konsisten]," ucap Jonan dalam sambutannya di Gedung KemenESDM, Kamis (13/6/2019).


Ketika ditanya mengenai masalah penyaluran FAME yang beberapa waktu lalu masih kerap terkendala, Faris juga memastikan bahwa hal itu sudah diatasi perusahaannya.

"Enggak ah sekarang sudah oke. Kami cuman ingin lebih efisien di darat karena floating kan ada cost-nya. Sekarang ini sih floating yang paling mungkin," ucap Faris.

Faris juga mengatakan, metode pencampuran biodiesel terbagi tiga yaitu in line blending, tank blending, dan squan blending yang dilakukan di kapal.

Saat ini sebagian besar menggunakan in line blending dan kualitasnya dianggap sudah terjamin.

"Mayoritas tuh semua sekarang pakai cara in line blending. Sekarang kan B20 kan langsung dari terminal besar. Sampai ke depot tuh udah B20 homogen. Ini kan gak hanya Pertamina, kan ada yang lain. Pertamina sih sudah melakukan blending [pencampuran] dengan konsisten," ucap Faris kepada wartawan saat ditemui di Gedung Kementerian ESDM, Kamis (13/6).

"Dia masuk dalam satu jalur yang sama. Masuk sesuai komposisi dengan kebutuhan," tambah Faris.

Faris juga mengatakan, proses pencampuran yang dilakukan Pertamina, semua sudah dilakukan dengan berbasis sistem.

Jumlah FAME yang dicampurkan pada B20 sudah diatur otomatis berada di kandungan 20 persen. Hal yang sama, katanya, juga dijamin pada pembuatan B20.

"Kalau di Plumpang [depot Pertamina] inline blending itu kan pakai sistem mesin ya. Kami udah set pakai FAME masuk 20 persen. Ya langsung otomatis ke-blending mereka. Jadi by sistem udah terset," ucap Faris.



Baca juga artikel terkait BIODIESEL B20 atau tulisan menarik lainnya Vincent Fabian Thomas
(tirto.id - Bisnis)

Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Zakki Amali
DarkLight