Bank Dunia Pangkas Prediksi Ekonomi RI 2020 Jadi Kontraksi 2-1,6%

Oleh: Vincent Fabian Thomas - 29 September 2020
Dibaca Normal 1 menit
Bank Dunia memangkas estimasi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2020 menjadi kontraksi 2 sampai 1,6 persen.
tirto.id - Bank Dunia memangkas estimasi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2020 menjadi kontraksi 2 sampai 1,6 persen. Angka ini lebih buruk dari estimasi Juni 2020 yang mencapai netral di angka nol persen.

Pertumbuhan Indonesia ini akan berada jauh di bawah prediksi rata-rata wilayah Asia Timur dan Pasifik yang akan tumbuh 0,9 persen di 2020 yang merupakan terendah sejak tahun 1967.

Menurut Bank Dunia, hanya ada tiga negara yang tidak akan mengalami kontraksi pertumbuhan pada 2020. Mereka adalah Vietnam, Cina, dan Myanmar.

Bank Dunia menilai pemburukan estimasi ini berkaitan dengan adanya pembatasan mobilitas, peningkatan risiko kesehatan dan pelemahan ekonomi global. Di sisi lain, pandemi COVID-19 masih mengalami eskalasi di sejumlah negara.

Dampak pandemi dipastikan akan menyebabkan peningkatan kemiskinan di wilayah Asia Timur dan Pasifik. Sekitar 38 juta orang akan tetap atau terdorong kembali di area kemiskinan akibat pandemi COVID-19.

“COVID-19 tidak hanya memukul yang miskin, tetapi juga menciptakan orang miskin baru. Wilayah ini berhadapan dengan tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Para pemerintah berhadapan dengan pilihan yang berat,” ucap Vice Prsident Bank Dunia Asia Timur dan Pasifik Victoria Kwakwa dalam keterangan tertulis, Selasa (29/9/2020).

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu menyatakan perubahan outlook Bank Dunia sejalan dengan prediksi lembaga dunia lainnya. Bank Pembangunan Asia (ADB) sudah memangkas perkiraan ekonomi RI menjadi kontraksi 1 persen dan OECD kontraksi 3,3 persen.

“Secara umum, outlook Bank Dunia ini masih sejalan dengan asesmen Pemerintah terkini yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada dalam rentang -1,7 persen dan -0,6 persen,” ucap Febrio dalam keterangan tertulis, Selasa (29/9/2020).

Meski demikian, ia memastikan pemerintah RI telah menyiapkan sejumlah langkah terutama untuk menjangkau masyarakat kelompok 40 persen pendapatan terendah. Ia bilang 90 persen dari masyarakat ini paling tidak sudah menerima 1 jenis bantuan. Nantinya, jaring pengaman sosial akan terus dievaluasi dan diperbaiki efektivitasnya.


Baca juga artikel terkait PERTUMBUHAN EKONOMI atau tulisan menarik lainnya Vincent Fabian Thomas
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Maya Saputri
DarkLight