Banjir Sintang: 12 Kecamatan Masih Terendam Banjir Sejak Oktober

Oleh: Alfian Putra Abdi - 7 November 2021
Dibaca Normal 1 menit
Banjir di Sintang sudah berlangsung sejak 21 Oktober 2021 dan merendam 12 kecamatan. Statusnya masih tanggap darurat.
tirto.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sejumlah daerah di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat masih tergenang banjir hingga pukul 21.13, Sabtu (6/11/2021) malam. Saat ini statusnya masih tanggap darurat.

Kondisi banjir sudah berlangsung sejak 21 Oktober 2021 dan merendam 12 kecamatan. Antara lain Kecamatan Kayan Hulu, Kayan Hilir, Binjai Hulu, Sintang, Sepauk, Tempunak, Ketungau Hilir, Dedai, Serawai, Ambalau, Sei Tebelian dan Kelam Permai.

“BNPB telah berada di lapangan untuk melakukan kaji cepat di lapangan, salah satunya peninjauan lokasi banjir di beberapa titik utama di Kabupaten Sintang," ujar Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan tertulis, Minggu (7/11/2021).

Menurut Abdul Muhari, pemicu banjir akibat hujan intensitas tinggi menyebabkan debit air Kapuas dan Melawi meluap. Ketinggian air berkisar 1 hingga 3 meter.

Data Sabtu kemarin, terdapat 24.522 KK atau 87.496 jiwa yang terdampak banjir tersebut. Kerugian material sementara yakni, 21 ribu rumat dan 5 jembatan juga terdampak banjir. BPBD masih akan terus mengembangkan pendataan.

Saat ini BNPB berkoordinasi dengan BPBD terkait evakuasi dan operasional dapur umum. Pemerintah daerah setempat juga sudah mendirikan pos komando dan pos pengungsian.

BNPB telah mendorong bantuan logistik menuju Kabupaten Sintang pada Sabtu lalu (6/11). Bantuan yang diberikan berupa non makanan dan makanan, seperti selimut, makan siap saji, lauk pauk, matras, tenda keluarga, perahu polyethylene.

BNPB juga mendukung untuk pencegahan virus Covid-19, khususnya masker yang dibutuhkan saat proses evakuasi maupun mereka yang ada di pos pengungsian. Berikut ini rincian bantuan BNPB untuk Kabupaten Sintang, selimut 300 buah, makan siap saji 504 paket, lauk pauk 501 paket, matras 300 lembar, tenda keluarga 2 buah, perahu 2 unit dan masker 5.000 buah.

"Tim BNPB melaporkan beberapa tantangan yang dihadapi dalam proses penanganan darurat, seperti belum tersedianya peta genangan banjir, terbatasnya perahu karet untuk evakuasi, dan akses jalan yang tergenang banjir," tukasnya.


Baca juga artikel terkait BANJIR SINTANG atau tulisan menarik lainnya Alfian Putra Abdi
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Alfian Putra Abdi
Penulis: Alfian Putra Abdi
Editor: Abdul Aziz
DarkLight