Banjir NTT: Presiden Jokowi Instruksikan Jajarannya Bergerak Cepat

Oleh: Andrian Pratama Taher - 5 April 2021
Dibaca Normal 2 menit
Presiden Jokowi menginstruksikan jajarannya untuk bergerak cepat dalam penanganan banjir bandang dan tanah longsor di Nusa Tenggara Timur.
tirto.id - Presiden Jokowi menginstruksikan sejumlah jajaran pemerintahan untuk terjun dalam penanganan banjir bandang dan tanah longsor di Nusa Tenggara Timur. Ia meminta agar evakuasi penanganan korban dan dampak bencana segera ditangani oleh pemerintah.

"Saya telah memerintahkan kepada Kepala BNPB kepada kepala Basarnas, Menteri Sosial, Menteri Kesehatan dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta Panglima TNI dan Kapolri untuk melakukan secara cepat evakuasi dan penanganan korban bencana serta penanganan dampak bencana," kata Jokowi dalam keterangannya, Senin (5/4/2021).

Jokowi pun menginginkan agar jajaran pemerintah bergerak cepat dalam penanganan bencana NTT. Ia ingin segala kebutuhan dasar korban seperti pelayanan kesehatan, logistik, kebutuhan dasar terpenuhi hingga infrastruktur dasar terpenuhi.

"Saya minta agar penanganan bencana dapat dilaksanakan dengan cepat dan baik seperti bantuan pelayanan kesehatan, ketersediaan logistik dan kebutuhan dasar bagi para pengungsi beserta juga perbaikan infrastruktur," jelas Jokowi.

Di saat yang sama, Jokowi meminta masyarakat untuk patuh arahan petugas dalam menghadapi bencana. Ia pun mengajak masyarakat waspada dalam bencana seperti banjir dan longsor.

"Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk mengikuti arahan petugas di lapangan dan selalu meningkatkan kewaspadaan dari bencana banjir dan longsor karena meningkatnya curah hujan yang ekstrem. Perhatikan selalu peringatan dini dari BMKG dan aparat di daerah," kata Jokowi.

Banjir bandang melanda dua desa di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Minggu (4/4/2021) pukul 01.00 WITA. Selain itu beberapa wilayah lainnya di NTT juga mengalami hal serupa.

Banjir bandang yang dipicu intensitas hujan tinggi itu, menerjang antara lain Desa Nelelamadike di Kecamatan Ile Boleng, Kelurahan Waiwerang dan Desa Waiburak di Kecamatan Adonara Timur, Desa Oyang Barang dan Pandai di Kecamatan Wotan Ulumado serta Desa Waiwadan dan Duwanur di Kecamatan Adonara Barat.

BPBD Kabupaten Flores Timur menginformasikan 27 warga masih diperkirakan hilang akibat banjir bandang yang terjadi pada Minggu (4/4) dini hari. Data sementara per Minggu (4/4), pukul 17.30 WIB, banjir bandang melanda empat desa di tiga kecamatan, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.

BPBD setempat melaporkan data sementara yang menyebutkan 41 warga meninggal dunia, 9 luka-luka dan 27 hilang. BPBD terus melakukan pendataan dan memverifikasi data lapangan untuk pemutakhiran selanjutnya. Wilayah terdampak antara lain Desa Nelelamadike di Kecamatan Ile Boleng, Kelurahan Waiwerang dan Desa Waiburak di Kecamatan Adonara Timur, Desa Oyang Barang dan Pandai di Kecamatan Wotan Ulumado serta Desa Waiwadan dan Duwanur di Kecamatan Adonara Barat.

Rincian korban di Desa Nelelamadike, Kecamatan Ile Boleng sebagai berikut, 35 warga meninggal dunia, 5 luka-luka, 19 hilang dan 9 KK atau 20 jiwa terdampak.

Sedangkan di Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur, terdapat 3 warga meninggal dunia dan 4 terluka serta 7 warga masih hilang.

Di Desa Oyang Barang, Kecamatan Wotan Ulumado, sebanyak 3 warga meninggal dunia dan 1 orang lainnya hilang, sedangkan 40 KK terdampak.

Di samping korban jiwa, banjir bandang berakibat pada 5 jembatan putus dan puluhan rumah warga tertimbun lumpur, seperti di Desa Nelelamadike, dan puluhan rumah terendam banjir di Kecamatan Adonara Barat.

Selain itu, banjir juga melanda wilayah Kabupaten Malaka di Nusa Tenggara Timur pada Minggu (4/4), pukul 08.00 waktu setempat. Banjir dipicu oleh hujan intensitas tinggi hingga debit air Sungai Benenai meluap.

Wilayah-wilayah yang terdampak yaitu di Kecamatan Malaka Tengah (Desa Naimana, Fahiluka, Kawalu, Railor, Bereliku), Kecamatan Malaka Barat (Desa Motaain, Oan Mane, Sukun, Fafoe, Lasaen, Umatoos, Rabasa, Rabasa Haerain, Loofoun, Maktihan, Naas, Motaulun), Kecamatan Weliman (Desa Forekmodok, Lamudur, Wederok dan Kleseleon), Kecamatan Wewiku (Desa Halibasar) dan Kecamatan Kobalima (Desa Lalekun Barat). Dampak banjir berupa ratusan rumah terendam dengan ketinggian air hingga 1,5 meter.


Baca juga artikel terkait BANJIR atau tulisan menarik lainnya Andrian Pratama Taher
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Maya Saputri
DarkLight