Menuju konten utama

Banjir Jakarta, 361 Warga Mengungsi di Jaksel dan Jaktim

Sebanyak 361 warga mengungsi di tiga lokasi pengungsian di Jakarta Selatan dan satu lokasi di Jakarta Timur akibar banjir yang melanda Ibu Kota.

Banjir Jakarta, 361 Warga Mengungsi di Jaksel dan Jaktim
Warga melintas saat banjir di Jalan Kemang Raya, Jakarta Selatan, Selasa (4/10/2022). Hujan deras yang mengguyur DKI Jakarta membuat sejumlah wilayah di Ibu Kota terendam banjir. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/tom.

tirto.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menampung sebanyak 361 warga yang mengungsi akibat banjir sejak Selasa (4/10/2022). Mereka tersebar di tiga lokasi pengungsian di Jakarta Selatan dan satu lokasi di Jakarta Timur

"BPBD DKI mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan yang terjadi," kata Kepala Satuan Pelaksana Pengolahan Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta, Michael O Sitanggang di Jakarta, Rabu (5/10/2022).

Michael merinci pengungsi di Jakarta Selatan yaitu sebanyak 20 kepala keluarga (KK) atau 79 jiwa di Masjid Al Falah, Kelurahan Mampang Prapatan.

Kemudian, sebanyak 43 KK atau 175 jiwa mengungsi di Ruang Serbaguna Kelurahan Kuningan Barat dan 18 KK atau 78 jiwa mengungsi di Musholla Al Inayah dan rumah warga RW 08 Kelurahan Pejaten Barat.

Sedangkan di Jakarta Timur sebanyak 6 KK atau 29 jiwa di Masjid Al Bahri Kelurahan Makasar.

Pada Selasa (4/10/2022) sore, hujan deras mengakibatkan genangan dan banjir di 81 rukun tetangga (RT) dari 30.470 RT di Jakarta.

Wilayah yang terdampak banjir hingga ketinggian satu meter yaitu Kelurahan Cipete Utara, tepatnya diwilayah yang berbatasan langsung dengan Kali Krukut. Lalu, Kelurahan Pela Mampang di wilayah yang berbatasan langsung dengan Kali Krukut dan Kali Mampang-.

BPBD DKI mencatat hingga Rabu pukul 06.00 WIB ini dari 81 RT terdampak, saat ini menyisakan sembilan RT. Sebarannya yakni di Jakarta Barat terdapat satu RT di Kelurahan Kedoya Selatan dengan ketinggian 20 cm akibat luapan Kali Pesanggrahan.

Kemudian, Kelurahan Kebon Jeruk terdapat satu RT dengan ketinggian air 40-80 cm. Banjir tersebut juga karena luapan Kali Pesanggrahan akibat curah hujan tinggi.

Selanjutnya di Jakarta Timur yakni di Kelurahan Kebon Pala sebanyak satu RT dengan ketinggian 60 cm karena luapan Kali Cipinang.

Kelurahan Makasar sebanyak dua RT dengan ketinggian air 50 cm karena luapan Kali Cipinang dan satu RT di Kelurahan Rambutan dengan ketinggian air sekitar 45 cm karena curah hujan tinggi.

Selain itu, di Jakarta Pusat ada tiga RT di Kelurahan Bendungan Hilir dengan ketinggian air 20-40 cm karena luapan Kali Krukut.

Sementara itu, sebanyak 10 ruas jalan dan sejumlah titik di 26 kelurahan di Jakarta yang sempat tergenang, kini mulai surut.

Baca juga artikel terkait SIAGA BANJIR JAKARTA

tirto.id - Sosial budaya
Sumber: Antara
Editor: Gilang Ramadhan