Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan banjir dan tanah longsor yang disebabkan hujan pada Jumat (30/10/2020) memicu warga di Kabupaten Kebumen dan Cilacap, Jawa Tengah, mengungsi.

Dalam keterangan tertulis BNPB yang diterima di Jakarta, Sabtu, sebanyak 2.107 warga di beberapa kecamatan di Kebumen harus tinggal sementara di pengungsian.

“Dari keseluruhan warga yang mengungsi tersebut, ada sebanyak 995 warga mengungsi di SD Madureja dan 1.112 warga di SD lainnya dan rumah panggung Sidobunder,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati.

Adapun bencana yang terjadi sejak Senin (26/10/2020) tercatat telah berdampak pada 13 kecamatan di Kabupaten Kebumen. Rinciannya adalah Kecamatan Prembun, Kecamatan Alian, Kecamatan Kebumen, Kecamatan Karanganyar, Kecamatan Kemit, Kecamatan Puring dan Kecamatan Sempor.

Sementara itu, BNPB juga melaporkan 2.695 KK atau 7.949 jiwa warga Kabupaten Cilacap terdampak banjir.

“Untuk memenuhi kebutuhan logistik dan konsumsi sehari-hari para pengungsi, BPBD Kabupaten Cilacap bersama Dompet Dhuafa telah mendirikan dapur umum di Balai Desa Mujur Lor dan Dusun Pecangakan,” katanya.

Berdasarkan kajian sementara, kata dia, adanya penambahan warga terdampak banjir sejak Senin (26/10) itu terjadi setelah hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi masih terjadi di wilayah Kabupaten Cilacap dan sekitarnya, sehingga hal itu menyebabkan debit air banjir bertambah.

Selain itu, lanjut dia, curah hujan tinggi juga memicu meluapnya empat sungai masing-masing Sungai Tipar, Sungai Gatel, Sungai Kolong dan Sungai Kawah Kembang.

“Hingga sejauh ini, BPBD Kabupaten Cilacap melakukan peninjauan lokasi kejadian dan melakukan pendataan bersama Forkompimcam dan dinas terkait,” demikian Raditya Jati.