Banjir Cilengkrang, BBWS Citarum Target 4 Hari Tutup Tanggul Jebol

Oleh: Vincent Fabian Thomas - 10 Februari 2019
Banjir bandang di Kelurahan Jati Endah, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat dipicu tanggul jebol sungai Pasir Jati sepanjang 12 meter dengan tinggi 3 meter.
tirto.id - Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum memasok 1.500 karung berisi pasir dan 40 lembar jaring kawat (bronjong) untuk menambal tanggung jebol sungai Pasir Jati, Kelurahan Jati Endah, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Kepala BBWS Citarum, Bob Arthur Lombogia mengatakan, penanganan darurat dilakukan dengan tahapan pembersihan jalan menuju kompleks permukiman yang tertimbun lumpur dan sampah. Selanjutnya kendaraan pengangkut material yang telah disiapkan BBWS bisa masuk ke lokasi tanggul yang jebol.

“Pekerjaan pembersihan sudah dilakukan Minggu pagi pukul 10.30 WIB (10/2/2019) dan ditargetkan selesai besok. Lusa dilanjutkan dengan pemasangan karung [berisi] pasir dan bronjong yang ditargetkan selesai 4 hari,” kata Kepala BBWS Citarum Bob Arthur Lambogia dalam siaran pers kepada Tirto, Minggu (10/2/2019).


Menurut Bob, tanggul sungai yang jebol sepanjang 12 meter dengan tinggi 3 meter dibangun oleh pengembang perumahan merupakan konstruksi pasangan batu sederhana dan telah berumur cukup lama.

Curah hujan pada saat banjir tergolong rendah seperti tercatat melalui Stasiun Rancaekek dengan intensitas 45,5 mm dan Stasiun Jatioke 36 mm pada Sabtu (9/2/2019).

Dampak tanggul jebol pada Sabtu (9/2/2019) mengakibatkan banjir bandang di Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung.

Data terbaru dampak dari BNPB menyebutkan, ada 3 orang meninggal dunia, 2 orang luka-luka, 2 buah rumah rusak berat dan 10 rumah lainnya rusak sedang.

Kementerian PUPR, kata dia, mengimbau kepada warga, terutama yang tinggal di sekitar bantaran sungai untuk meningkatkan kewaspadaan terjadinya banjir pada musim penghujan sekarang.

"Pemerintah daerah juga dihimbau untuk mengaktifkan sistem peringatan dini, sehingga dapat meminimalisir risiko dan dampak bencana," kata dia.


Baca juga artikel terkait BANJIR atau tulisan menarik lainnya Vincent Fabian Thomas
(tirto.id - Sosial Budaya)


Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Zakki Amali