Menuju konten utama

Balai Pustaka Filmkan Tiga Dongeng Terbitannya

Tradisi orang tua untuk mendongengkan anaknya dengan cerita-cerita dari Balai Pustaka kini sudah mulai pudar. Untuk itu, Balai Pustaka berencana memfilmkan dongeng-dongeng terbitannya untuk memperkenalkan kembali kisah tersebut.

Balai Pustaka Filmkan Tiga Dongeng Terbitannya
(Ilustrasi) Film. Foto/Shutterstock.

tirto.id - Untuk melestarikan cetakan Balai Pustaka, perusahaan percetakan dan penerbitan milik negara diwartakan telah memproduksi tiga film dari dongeng-dongeng yang diterbitkan lembaga yang berdiri pada 1908 tersebut.

"Kita sudah ada tiga film animasi yang akan diputar serentak di seluruh Indonesia. Kami menyasar daerah-daerah pedalaman dan terpencil di mana masyarakatnya tidak mengenal gedung bioskop, film-film itu akan diputar di sebuah layar lebar," kata Direktur Komersial Balai Pustaka Achmad Fachrodji saat ditemui wartawan di Balai Pustaka, Jakarta, Jumat (12/8/2016).

Adapun dongeng-dongeng terbitan Balai Pustaka yang dibuat ke dalam animasi antara lain "Lutung Kasarung" dan "Timun Mas".

Dia mengatakan dahulu orang tua selalu mendongengkan anaknya dengan cerita dari Balai Pustaka, namun kini tidak lagi. Untuk memperkenalkan kembali dongeng-dongeng tersebut maka Balai Pustaka berencana akan memfilmkan dongeng-dongeng lainnya.

Achmad mengatakan pada proyek awal ini film-film tersebut memang dikerjakan oleh pihak swasta, namun untuk selanjutnya Balai Pustaka akan bekerja sama dengan Perusahaan Produksi Film Negara.

Selain membuat animasi, Balai Pustaka juga akan membuat "Taman Bacaan Masyarakat" yang juga dimaksudkan untuk masyarakat di daerah terpencil agar dapat menikmati buku bacaan secara gratis.

"Kalau Taman Bacaan Masyarakat ini ada, maka buta aksara akan menurun dan minat baca akan tumbuh," kata dia, Taman bacaan adalah produk yang diharapkan dilirik oleh pihak swasta, taman bacaan ini dihargai Rp100 juta dan berisi buku-buku balai pustaka, rak, komputer dam pelatihan untuk penjaga.

"Sekarang kita sedang pendekatan, saya harap produk ini bisa digunakan perusahaan swasta dan BUMN untuk program CSR mereka," kata dia.

Baca juga artikel terkait DONGENG

tirto.id - Film
Sumber: Antara
Penulis: Yuliana Ratnasari
Editor: Yuliana Ratnasari