Baku Tembak di Nduga, Dua Warga & Satu Polisi Brimob Terluka

Oleh: Adi Briantika - 27 Februari 2020
Dibaca Normal 1 menit
Dua warga sipil saat ini masih dirawat di RSUD Kenyam dan anggota Brimob dievakuasi ke Jakarta melalui Timika.
tirto.id - Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw membenarkan adanya baku tembak antara aparat keamanan dengan kelompok bersenjata di Nduga, Papua. Dua warga sipil dan satu anggota Brimob terluka akibat peristiwa itu.

"Memang benar ada anggota Brimob yang terluka dalam kontak tembak yang terjadi, Rabu (26/2) di Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga," ucap dia, Kamis (27/2/2020) seperti dilansir Antara.

Sementara dua warga sipil saat ini masih dirawat di RSUD Kenyam dan anggota Brimob dievakuasi ke Jakarta melalui Timika.

Kontak tembak berawal saat kelompok bersenjata menyerang pos TNI di Kampung Koteka. Kejadian itu, lanjut Waterpauw, menyebabkan keberadaan aparat keamanan tidak mungkin ditarik dari Nduga.

Keberadaan anggota TNI dan Polri non-organik itu berawal dari kasus penyerangan yang menewaskan 17 karyawan PT. Istaka Karya pada 2018. Sehingga aparat keamanan ditugaskan ke Nduga untuk melakukan penindakan hukum.

“Apalagi hingga kini masih ada empat karyawan yang belum diketahui nasibnya, selain melakukan penindakan hukum (aparat) juga mengamankan pembangunan yang sudah dibangun," ujar Waterpauw.

Selanjutnya, Panglima Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Egianus Kogeya mengklaim bertanggung jawab atas penyerangan tersebut.

Markas Pusat TPNPB menerima laporan baku tembak di Kenyam. "Penyerangan telah dilakukan oleh pasukan TPNPB di bawah pimpinan Komandan Operasi Pemne Kogeya," ucap Juru Bicara TPNPB Sebby Sambom, dalam keterangan tertulis, hari ini.

Versi TPNPB menyebutkan penembakan terjadi Pukul 14.18, di Kampung Ndugakule dekat Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) lama, yang menyebabkan dua aparat keamanan tewas dan seorang lainnya luka di bagian paha.

"Pemne Kogeya juga melaporkan (anggota) yang lain belum bisa diidentifikasi dan sementara belum ada korban dari anggota TPNPB," kata Sebby.

Dari laporan yang telah diverifikasi, sambung dia, aparat keamanan menembak membabi buta di sekitar kerumunan warga sipil. Warga panik lantas menyelamatkan diri.

"Akibatnya masyarakat yang tidak tahu apa-apa telah ditembak oleh pasukan keamanan Indonesia," imbuh Sebby.

Dua warga yakni Yosman Wasiangge (20) asal Distrik Mbua dan Wislina Tabuni (25) asal Distrik Mbua Tengah jadi korban.



Baca juga artikel terkait NDUGA PAPUA atau tulisan menarik lainnya Adi Briantika
(tirto.id - Hukum)

Reporter: Adi Briantika
Penulis: Adi Briantika
Editor: Abdul Aziz
DarkLight