Menuju konten utama

Baku Tembak di Meksiko Sebabkan 10 Orang Tewas dan 2 Terluka

Baku tembak di Meksiko antara dua kelompok bersenjata sebabkan 10 orang tewas dan dua orang terluka.

Baku Tembak di Meksiko Sebabkan 10 Orang Tewas dan 2 Terluka
Ilustrasi orang bersenjata api. FOTO/iStockphoto

tirto.id - Sebanyak 10 orang tewas dan dua orang lainnya terluka dalam baku tembak antara dua kelompok bersenjata yang terjadi di negara bagian Guerrero, Meksiko pada Minggu (27/1/2019).

Dikutip dari Channel News Asia, Senin (28/1/2019), baku tembak itu terjadi sekitar pukul 15.00 waktu setempat di dekat kota Chilapa yang berada di timur ibukota negara bagian Chilpancingo.

Pihak keamanan setempat menyampaikan sejumlah, peluru dan senjata ditemukan lokasi kejadian termasuk tubuh 10 korban tewas. Korban tersebut berada di dalam dua mobil yang tampak rusak karena baku tembak tersebut.

Berdasarkan laporan Star Tribune, penduduk setempat melaporkan terdapat dua orang yang terluka tetapi mereka telah pergi untuk mendapatkan perhatian medis.

Pihak berwenang merilis foto-foto yang memperlihatkan mayat-mayat tergeletak di jalan.

Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pemerintah setempat soal pemicu baku tembak.

Guerrero memiliki populasi mencapai 3 juta jiwa dan memilik resor populer di Acapulco. Wilayah itu kini menghadapi kekerasan terburuk di Meksiko misalnya baku tembak yang kerap terjadi.

Data Council on Foreign Relations menunjukkan kekerasan antara organisasi kriminal dan pasukan pemerintah pada tahun 2006, telah menewaskan sekitar 80.000-100.000 yang terdiri dari tentara Meksiko, polisi, politisi, dan warga sipil.

Upaya penegakan hukum Meksiko telah berjuang untuk mengurangi kekerasan karena jumlah korban tewas terus meningkat.

Pada Januari 2017, salah satu raja narkoba paling kuat di Meksiko — yang dikenal sebagai “El Chapo” —diekstradisi ke Amerika Serikat setelah ditangkap pada Juli 2015.

Baca juga artikel terkait BAKU TEMBAK atau tulisan lainnya dari Yantina Debora

tirto.id - Sosial budaya
Penulis: Yantina Debora
Editor: Agung DH