Bahlil Ungkap Alasan Setop Ekspor Listrik ke Mendag Singapura

Reporter: Dwi Aditya Putra - 31 Mei 2022 17:48 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Bahlil menjelaskan saat ini pemerintah Indonesia melakukan pelarangan ekspor listrik EBT guna mengutamakan kebutuhan dalam negeri.
tirto.id - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia menerima kunjungan langsung Menteri Perdagangan dan Industri Singapura, Gan Kim Yong di kantornya, Jakarta, Senin (30/5/2022).

Dalam pertemuan singkat tersebut, Bahlil menjelaskan bahwa saat ini pemerintah Indonesia melakukan pelarangan ekspor listrik Energi Baru Terbarukan (EBT) guna mengutamakan kebutuhan dalam negeri.

“Terkait pelarangan ekspor listrik. Memang sekarang kita lagi fokus untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Dan Bapak Presiden sedang mendorong untuk meningkatkan penggunaan EBT. Namun saya kira bisa dibicarakan, selagi kita mendapatkan win-win solution,” jelas Bahlil dalam pertemuan tersebut.

Bahlil juga menyampaikan bahwa Pemerintah Indonesia saat ini fokus pada hilirisasi industri dan bagaimana memberikan nilai tambah bagi industri manufaktur, terutama untuk komoditi mineral.

Ia juga pamer telah berhasil menghentikan ekspor ore nikel yang telah diinisiasinya sejak 2020. Disusul pemerintah juga akan menghentikan ekspor bauksit dan timah pada 2023 mendatang.

“Ini peluang bagi kita bersama dalam rangka hilirisasi. Belajar dari nikel, kita terlambat memulai sehingga dikalahkan oleh Cina. Tapi untuk bauksit dan timah, saya belum buka ke negara manapun. Kalau ini cocok, kita akan menjadi pemain dunia khususnya untuk timah,” ungkap Bahlil.

Dalam kesempatan tersebut, Bahlil menjelaskan tentang perkembangan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur yang saat ini masih dalam proses. Dalam melakukan pembangunan IKN ini, pemerintah Indonesia menggunakan konsep smart city yang ramah lingkungan.

Bahlil menjelaskan bahwa Kementerian Investasi/BKPM berperan sebagai gerbang utama dalam menarik masuknya investasi ke Indonesia untuk menjadi bagian dari proyek pengembangan IKN tersebut.

Sementara itu, Gan Kim Yong menyampaikan apresiasinya atas komitmen pemerintah Indonesia dalam mewujudkan hilirisasi industri. Yong mengungkapkan Singapura tertarik menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi Indonesia, khususnya di sektor kesehatan, ekonomi digital, dan ekonomi hijau dalam rangka mewujudkan industri yang berkelanjutan.

Menurut Yong, Indonesia memiliki pertumbuhan ekonomi yang baik pasca pandemi COVID-19 saat ini, meskipun terjadi ketidakpastian global atas adanya konflik Rusia-Ukraina.

“Ini adalah kunjungan pertama saya ke Indonesia. Saya yakin ekonomi Indonesia dapat pulih ke depannya. Terkait impor listrik, saya tahu Bapak Menteri memiliki resistensi terhadap impor listrik, namun kita bisa mencari win-win solution terhadap hal ini,” kata Menteri Perdagangan dan Industri Singapura tersebut.

Dalam waktu dekat, Gan Kim Yong juga akan mengundang Bahlil dan Kepala Otorita IKN untuk berdiskusi lebih lanjut terkait pengembangan IKN dan energi hijau, dan berharap Singapura dapat menjadi bagian dari percepatan energi terbarukan di Indonesia.

Berdasarkan catatan Kementerian Investasi/BKPM, realisasi investasi asal Singapura sejak 2017 hingga Maret 2022 mencapai 45,1 miliar dolar AS dan menempati peringkat pertama realisasi investasi PMA di Indonesia. Sedangkan khusus untuk periode Januari-Maret 2022, realisasi investasi asal Singapura di Indonesia mencapai 3,6 miliar dolar AS.

Realisasi investasi asal Singapura di Indonesia untuk periode 2017-2021 didominasi pada sektor Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran disusul sektor Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi.


Baca juga artikel terkait LISTRIK atau tulisan menarik lainnya Dwi Aditya Putra
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Dwi Aditya Putra
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Abdul Aziz

DarkLight