Bagian-bagian Mikroskop Cahaya dan Fungsinya, serta Cara Penggunaan

Oleh: Syamsul Dwi Maarif - 17 September 2021
Dibaca Normal 4 menit
Apa saja bagian-bagian mikroskop dan fungsinya? Apa saja jenis-jenis mikroskop? Lain itu, apa saja bagian-bagian mikroskop cahaya dan fungsinya?
tirto.id - Mikroskop merupakan alat bantu yang digunakan untuk mengamati makhluk-makhluk hidup yang berukuran sangat kecil (mikroskopis) serta tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Selama ini, mikroskop menjadi salah alat dengan peran penting dalam kegiatan laboratorium sains, termasuk biologi.

Keberadaan mikroskop sejak lama membantu para ilmuwan dalam mengamati organisme dengan ukuran sangat kecil sehingga memajukan penelitian terhadap makhluk hidup.

Beriku daftar bagian-bagian mikroskop secara umum beserta fungsinya, sebagaimana dikutip dari salah satu publikasi UNY:

1. Kaki: fungsinya menopang dan memperkokoh kedudukan mikroskop. Di kaki mikroskop sederhana melekat lengan yang disertai perangkat semacam engsel.

2. Lengan: fungsinya untuk memegang mikroskop saat memindahkan posisinya. Oleh sebab ada engsel di antara kaki dan lengan, bagian ini bisa ditegakkan atau direbahkan.

3. Cermin: ada dua sisi cermin mikroskop yakni datar dan cekung yang fungsinya memantulkan cahaya dari sumber sinar. Yang datar dipakai jika sinar cukup terang. Yang cekung digunakan jika sinar lemah. Di mikroskop model baru, cermin sudah tidak dipasang lagi.

4. Kondensor: tersusun dari lensa gabungan yang fungsinya mengumpulkan sinar.

5. Diafragma: fungsinya mengatur banyaknya cahaya yang masuk dengan mengatur bukaan iris.

6. Meja preparat: berfungsi sebagai tempat meletakkan objek yang akan dilihat di mikroskop. Pada mikroskop model terbaru, meja preparat dapat dinaik-turunkan.

7. Tabung: berfungsi sebagai tempat melekatnya lensa okuler, yakni di atasnya, dengan perbesaran tertentu (15x, 10x, 15x). Bagian bawahnya menjadi tempat alat yang disebut revolver. Di revolver, ada lensa objektif.

8. Lensa Obyektif: berfungsi dalam pembentukan bayangan pertama. Lensa ini menentukan struktur dan bagian renik yang akan terlihat di bayangan akhir. Lensa obyektif bisa memperbesar bayangan obyek, misalnya 10x, 40x, dan seterusnya.

9. Lensa Okuler: berfungsi untuk memperbesar bayangan yang dihasilkan lensa obyektif sekitar 4-25 kali. Letaknya di bagian ujung atas tabung, dengan dengan mata pengamat.

10. Pengatur Kasar dan Halus: berada di bagian lengan dan berfungsi mengatur kedudukan lensa objektif terhadap objek yang dilihat. Di mikroskop dengan tabung lurus atau tegak, komponen ini berfungsi membuat tabung dan lensa obyektif naik-turun. Di mikroskop dengan tabung miring, ia berfungsi untuk mengatur naik-turunnya meja preparat.


Jenis-jenis Mikroskop dan Cara Kerjanya

Secara umum, jenis mikroskop dibagi menjadi dua, yakni mikroskop 2 dimensi (mikroskop cahaya) dan mikroskop 3 dimensi (mikroskop stereo). Klasifikasi ini didasarkan kepada aspek penampakan obyek yang diamati dengan mikroskop.

Sementara jika diklasifikasikan berdasar sumber cahayanya, jenis mikroskop dapat dibedakan jadi 2 pula. Keduanya adalah mikroskop cahaya dan mikroskop elektron.

Mikroskop cahaya umumnya dilengkapi kaki yang lebih berat agar dapat berdiri stabil, dan memiliki tiga sistem lensa: lensa obyektif, lensa okuler, dan kondensor. Mikroskop cahaya memiliki kapasitas perbesaran obyek hingga 1000 kali.

Sementara mikroskop stereo hanya bisa dipakai buat mengamati benda berukuran lebih besar dari yang dilihat melalui jenis sebelumnya. Kapasitas perbesaran obyek mikroskop stereo sekitar 7-30 kali saja. Namun, benda yang diamati dari mikroskop stereo dapat dilihat dalam bentuk 3 dimensi. Adapun komponennya hampir menyerupai yang ada di mikroskop cahaya.

Sedangkan mikroskop elektron memiliki kapasitas perbesaran obyek yang jauh lebih baik daripada 2 jenis di atas, yaitu bisa sampai 100.000 kali. Mikroskop ini menggunakan elektron sebagai ganti dari cahaya.

Ada 2 macam mikroskop elektron. Pertama, mikroskop elektron scanning (SEM) yang dipakai buat mengamati arsitektur permukaan sel dalam bentuk 3 dimensi. Mikroskop elektron transmisi yang digunakan untuk melihat struktur internal sel secara lebih mendetail.

Di antara 3 jenis di atas, yang cukup umum digunakan di sekolah adalah miskroskop cahaya. Apa saja bagian-bagian mikroskop cahaya dan fungsinya?


Bagian-bagian Mikroskop Cahaya dan Fungsinya

Dikutip dari laman Rumah Belajar Kemdikbud, di antara beberapa macam-macam mikroskop, yang lebih sering digunakan untuk kegiatan pendidikan tingkat lanjut pertama adalah mikroskop cahaya.

Secara sederhana, mikroskop cahaya memiliki 2 jenis lensa, yaitu lensa obyektif dan lensa okuler. Sementara dalam sistem kerjanya, mikroskop cahaya akan dibantu dengan pantulan cahaya yang menembus obyek. Mikroskop cahaya bisa memperbesar bayangan obyeknya hingga 1000 kali.

Bagian-bagian mikroskop cahaya dibagi menjadi dua jenis, yaitu bagian optik dan bagian mekanik. Setiap bagian dalam mikroskop memiliki fungsinya masing.

Dikutip dari buku Ilmu Pengetahuan Alam Kelas VII oleh Wahono Widodo, Fida Rachmadiarti, dan Siti Nurul Hidayati (2017:57-58), berikut bagian-bagian mikroskop cahaya dan fungsinya.


1. Bagian-bagian Mikroskop Cahaya Kategori Optik

a. Lensa okuler

Lensa okuler merupakan lensa yang akan berhubungan langsung dengan mata pengguna mikroskop. Fungsi dari lensa okuler adalah memperbesar objek. Umumnya, ada 3 ukuran lensa okuler, yaitu perbesaran 5 kali, 10 kali, dan 15 kali.

b. Lensa objektif

Lensa objektif merupakan lensa yang berhubungan langsung dengan objek (benda) yang diamati. Fungsi dari lensa objektif adalah memperbesar bayangan dari objek. Umumnya, ada 4 ukuran lensa objektif, yaitu perbesaran 4 kali, 10 kali, 45 kali dan 100 kali.

c. Diafragma

Diafragma merupakan bagian optik pada mikroskop yang berguna untuk mengatur banyak sedikitnya (intensitas) cahaya yang masuk ke dalam lensa objektif.

d. Cermin datar dan cekung

Cermin memiliki fungsi dalam mengfokuskan cahaya ke pada objek yang diamati. Cermin datar dibutuhkan ketika cahaya terpenuhi. Sementara, cermin cekung difungsikan untuk mengumpulkan cahaya.

2. Bagian-bagian Mikroskop Cahaya Kategori Mekanik

b. Tabung mikroskop

Tabung mikroskop (tubus) merupakan bagian mekanik pada mikroskop yang digunakan untuk menghubungkan lensa okuler dengan lensa objektif.

b. Meja sediaan

Meja sediaan (meja preparat) merupakan bagian pendukung dalam proses penggunaan mikroskop, yaitu sebagai tempat untuk menempatkan objek yang dicermati. Bagian tengah meja preparat terdapat lubang sebagai tempat lewatnya cahaya.

c. Klip

Klip (penjepit objek) berfungsi untuk menjepit preparat. Hal tersebut dilakukan supaya kedudukan preparat tidak berubah ketika proses pengamatan objek.

d. Lengan mikroskop

Lengan mikroskop merupakan bagian yang dipegang untuk memindahkan alat tersebut.

e. Pemutar halus

Pemutar halus (mikrometer) memiliki fungsi untuk menentukan intensitas jarak dekat atau jauh antara lensa objek dan preparat. Pemutaran pada pemutar halus dilakukan secara pelan dan halus.

f. Pemutar kasar

Pemutar kasar (makrometer) berfungsi untuk menggerakkan bagian tubus ke arah atas maupun bawah, supaya mencapai titik tepat sesuai keinginan pengamatan.

g. Kondensor

Kondensor memiliki peran dalam mengumpulkan cahaya masuk. Kondensor dapat diputar maupun digerakkan naik maupun turun.

h. Sekrup

Sekrup (engsel inklinasi) memiliki peran untuk mengatur mengenai sudut dan tegaknya mikroskop.

i. Kaki mikroskop

Kaki mikroskop adalah bagian yang berguna untuk menyangga mikroskop.

Cara Menggunakan Mikroskop Cahaya

Untuk menggunakan mikroskop cahaya, ada beberapa langkah yang perlu diperhatikan. Sejumlah langkah dalam penggunaan mikroskop cahaya supaya optimal adalah sebagai berikut:

  • Ambil mikroskop dari tempat penyimpanannya. Gunakan tangan terkuat untuk memegang lengan mikroskop. Sementara bagian telapak tangan lainnya memegang alas mikroskop. Letakkan, mikroskop pada tempat dengan keadaan datar, kering, dan memiliki intensitas cahaya yang cukup.
  • Lakukan putaran pada revolver, supaya lensa objektif dengan tingkat perbesaran terkecil berada dalam posisi satu poros dengan lensa okuler. Jika posisi putar sudah tepat, maka akan mengelurkan bunyi, “klik” pada revolver.
  • Pasangkan lensa okuler bersama lensa perbesaran sedang. Atur cahaya sehingga dapat berbentuk bulat terang. Hal tersebut dapat dilakukan dengan mengatur diafragma. Kemudian, atur cermin supaya mendapatkan cahaya yang akan dipantulkan ke diafragma.
  • Letakkan preparat yang akan diamati di lubang preparat. Kemudian, lakukan penjepitan preparat supaya objek tidak akan bergerak ketika proses pengamatan.
  • Untuk mengfokuskan gambar objek, dapat dilakukan dengan memutar makrometer kasar secara perlahan dan usahakan terus diamati menggunakan lensa okuler. Pemutaran tersebut, dilakukan hingga lensa objektik berposisi terdekat dengan meja preparat.
  • Untuk dapat melihat preparat dengan lebih jelas. Gantilah ukuran perbesaran lensa objektif dengan intensitas 10 kali, 40 kali, atau 100 kali. Cara tersebut, dilakukan dengan memutar revolver. Hal yang harus diperhatikan pada tahap ini adalah preparat tidak boleh bergeser.
  • Setelah proses pengamatan dengan mikroskop selesai, lakukan pembersihan mikroskop dan simpan ke dalam tempat semula.

Baca juga artikel terkait MIKROSKOP atau tulisan menarik lainnya Syamsul Dwi Maarif
(tirto.id - Pendidikan)

Kontributor: Syamsul Dwi Maarif
Penulis: Syamsul Dwi Maarif
Editor: Addi M Idhom
DarkLight