Bagaimana Sistem Pemilihan Presiden di Filipina & Apa Bedanya?

Penulis: Alexander Haryanto - 11 Mei 2022 14:20 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Berikut adalah sistem pemilihan presiden dan wakil presiden di Filipina, apa perbedaannya?
tirto.id - Pemilihan Presiden di Filipina sudah berlangsung pada hari Senin, 9 Mei 2022. Dalam penghitungan tidak resmi, kandidat yang paling unggul adalah Ferdinand "Bongbong" Marcos Jr, anak dari presiden diktator Filipina.

Sedangkan calon terkuatnya adalah Leni Robredo, wakil presiden Filipina saat ini. Sementara calon presiden lainnya adalah eks petinju Manny Pacquiao, Wali Kota Manila Isko Moreno, mantan kepala polisi nasional Panfilo Lacson.

CNN melaporkan, sekitar 67,5 juta orang Filipina yang memenuhi syarat untuk memilih calon presiden. Di sisi lain, ada sekitar 1,7 juta diaspora Filipina yang telah terdaftar di luar negeri.

Berdasarkan hasil awal atau sekitar 95 persen suara yang dihitung, Marcos mendapatkan sekitar 30 juta suara.

Artinya, suara yang diraihnya lebih dari dua kali lipat dari lawan terkuatnya Leni Robredo yakni sekitar 14 juta suara. Tapi hasil tersebut adalah penghitungan parsial dan tidak resmi dari Komisi Pemilihan Umum.

Pemilu Filipina
Kandidat presiden, Ferdinand Marcos Jr., putra mendiang diktator, berpose bersama keluarganya, dari kiri, Simon, Vincent, istri Liza dan Sandro selama kampanye terakhirnya yang dikenal sebagai 'Miting De Avance' pada Sabtu, 7 Mei 2022 di kota Paranaque, Filipina. (Foto AP/Aaron Favila)



Sistem Pemilihan Presiden di Filipina

Presiden di Filipina hanya boleh memimpin satu periode dengan masa jabatan enam tahun dan tidak boleh mencalonkan ulang. Pemilihan presiden dipilih langsung oleh rakyat melalui pemungutan suara.

Seperti dikutip votepilipinas.com, fungsi presiden adalah melakukan kontrol atas semua departemen eksekutif, biro dan kantor. Presiden juga merupakan panglima tertinggi dari semua Angkatan Bersenjata Filipina.

Bagi warga yang ingin memilih presiden, mereka harus dikategorikan sebagai pemilih asli Filipina dan terdaftar. Selain itu, harus tinggal di Filipina selama 10 tahun sebelum pemilu diadakan. Kemudian, harus mampu membaca dan menulis.

Pemilihan presiden dan wakil presiden dipilih secara terpisah. Oleh sebab itu, seorang pemilih bisa membagi suaranya, baik untuk pemilihan presiden ataupun pemilihan wakil presiden. Siapa yang berhasil merapi suara tertinggi, maka dia yang akan duduk di kursi kepemimpinan.

Jika seorang presiden tidak boleh mencalonkan ulang kembali, maka wakil presiden masih boleh diberikan kesempatan untuk mencalonkan sekali lagi. Jabatan wakil presiden hanya 6 tahun.

Wakil presiden boleh menggantikan presiden dalam situasi genting, terutama apabila presiden meninggal, cacat atau mengundurkan diri.


Baca juga artikel terkait SISTEM PEMILIHAN PRESIDEN DI FILIPINA atau tulisan menarik lainnya Alexander Haryanto
(tirto.id - Politik)

Penulis: Alexander Haryanto
Editor: Iswara N Raditya

DarkLight