Bagaimana Pasien Berpenyakit Kronis Lindungi Dirinya dari COVID-19?

Oleh: Dewi Adhitya S. Koesno - 28 Mei 2020
Dibaca Normal 2 menit
Cara pasien penyakit kronis melindungi dirinya dari ancaman virus corona COVID-19.
tirto.id - Sistem kekebalan tubuh memainkan peran penting dalam melindungi tubuh dari sebagian besar infeksi, tetapi seiring bertambahnya usia, sistem kekebalan tubuh juga akan menua dan secara bertahap kehilangan kemampuannya untuk melawan infeksi.

Pada orang berusia lanjut dengan penyakit tekanan darah tinggi, diabetes, jantung dan hati, akan memberi tekanan pada sistem kekebalan tubuh mereka yang lemah, yang membuatnya lebih sulit menghadapi ancaman seperti virus Corona.

Dr Karthik Anantharaman, Direktur e-pharmacy, Medlife di Dubai menjelaskan tentang berbagai penyakit kronis yang memengaruhi imunitas dan bagaimana seseorang dapat melindungi dirinya melalui beberapa cara.

Berikut ulasannya seperti dilansir dari Gulf News:

1. Diabetes

Diabetes adalah penyebab utama kekhawatiran di kalangan generasi tua, dan jika tidak dikendalikan, dapat membuat mereka rentan terhadap infeksi berisiko tinggi lainnya.

Jumlah gula yang tinggi dalam tubuh cenderung melepaskan radikal bebas, yang dapat merusak pembuluh darah, yang menyebabkan atherosclerosis, yakni suatu kondisi yang membatasi aliran darah bebas dalam tubuh.

Ini dapat menyebabkan stroke, atau merusak pembuluh darah kecil yang ada di seluruh tubuh - mata, yang mengarah ke retinopati diabetik, ginjal - nefropati diabetik, saraf - neuropati diabetik, di mana pasien kehilangan semua rasa sakitnya.

Gula darah yang tidak terkontrol dan diabetes juga memiliki dampak negatif pada sistem kekebalan tubuh. Kondisi ini menekan kekebalan yang menyediakan sel darah putih.

Ketika dihadapkan dengan infeksi eksternal, sistem kekebalan menghasilkan protein yang disebut antibodi, yang diuji sebagai tes antibodi, sebagai bagian dari tes COVID-19 untuk memeriksa apakah tubuh telah memproduksi cukup antibodi untuk menyerang virus dari dalam.

Hal ini dilakukan terutama karena begitu tubuh memproduksi antibodi yang cukup untuk melawan infeksi pertama kali, ada sedikit atau tidak ada kemungkinan infeksi yang sama kembali lagi, yang merupakan dasar untuk melakukan vaksin apa pun.


2. Tiroid

Orang yang menderita kadar hormon tiroksin rendah juga berisiko besar ketika berhadapan dengan infeksi karena berkurangnya fungsi kekebalan tubuh.

Kelenjar tiroid sangat penting dalam mengelola beberapa fungsi tubuh yang penting.

Kelenjar ini memiliki dampak pada pankreas, pembuluh darah, fungsi otak, sistem pencernaan, fungsi pernapasan, ginjal, hati dan jantung, sehingga membuatnya penting untuk kekebalan tubuh.

Mempertahankan kadar tiroksin yang normal dalam darah sangat penting untuk memfungsikan berbagai sistem organ, selain dari produksi sel-sel darah yang sebenarnya dalam tubuh.


3. Hati dan Ginjal

Penyakit hati dan ginjal juga berdampak negatif pada sistem kekebalan tubuh.

Dalam kasus gagal hati atau ginjal, seorang pasien dapat memiliki sistem kekebalan yang melemah secara signifikan karena berkurangnya produksi sel darah dari sumsum tulang dan beberapa obat yang digunakan untuk mengobati penyakit hati / ginjal, yang secara langsung mengurangi kekebalan juga.

Pasien semacam itu perlu sangat berhati-hati untuk mencegah infeksi dan tidak melewatkan tes dan obat-obatan rutin.

4. Jantung

Pasien jantung biasanya adalah mereka yang memiliki tekanan darah tinggi hingga kolesterol tinggi. Pasien BP tinggi perlu mengontrol garam dan cairan yang masuk ke tubuh. Asupan harian pasien dengan penyakit ini paling perlu dipantau.

Pasien jantung juga perlu memastikan mereka minum obat tepat waktu sesuai dengan anjuran yang disarankan dokter. Mereka juga harus memberi tahu dokter bagaimana kinerja jantungnya.

Berdasarkan data tersebut, pasien penyakit jantung dapat menambah / mengurangi dosis atau mengubah obat.

Stres adalah faktor utama dalam gaya hidup masa kini yang perlu diwaspadai, terutama bagi pasien jantung.

Dosis dan Larangan

Untuk semua penyakit yang tercantum di atas, kombinasi makanan sehat, latihan tepat waktu, dan menggabungkannya dengan obat-obatan serta tes lebih dari cukup demi memastikan tubuh yang sehat, dan sistem kekebalan tubuh yang sehat.

Misalnya, seseorang dengan komplikasi ginjal perlu diwaspadai untuk asupan garam total dan asupan cairan, yang harus sebanding dengan makanan yang dimakan.

Seseorang dengan komplikasi hati harus menjauhi alkohol. Asupan makanan yang kaya akan Vitamin B dan Vitamin C, Vitamin D3 dan Seng adalah cara paling efektif untuk meningkatkan produksi sel darah merah dan antibodi.

Jumlah sinar matahari yang sehat juga perlu diserap oleh tubuh untuk memastikan jumlah vitamin D.


Baca juga artikel terkait VIRUS COVID-19 atau tulisan menarik lainnya Dewi Adhitya S. Koesno
(tirto.id - Kesehatan)

Penulis: Dewi Adhitya S. Koesno
Editor: Agung DH
DarkLight