Musibah KRI Nanggala-402

Bagaimana Fakta Kedalaman Laut 850 Meter & Batas Kemampuan Penyelam

Oleh: Maria Ulfa - 26 April 2021
Dibaca Normal 2 menit
Jika tekanan dari permukaan laut adalah 1 atm, maka tekanan di kedalaman 850 meter seperti yang dilaporkan posisi KRI Nanggala-402 adalah 85 atm.
tirto.id - Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono menyatakan Kapal Selam KRI Nanggala-402 yang hilang kontak pada 21 April 2021 di perairan Bali, terdeteksi berada di kedalaman sekitar 850 meter di bawah permukaan laut.

Seluruh awak kapal selam itu sudah dinyatakan gugur. Kedalaman itu lantas membuat penyelamatan dan evakuasi cukup sulit dilakukan.

TNI juga mengatakan, mereka telah menemukan sejumlah bukti seperti tabung torpedo, tabung air minum, hingga alat salat di sekitar radius 10 kilometer dari titik pencarian.

Dengan temuan tersebut, TNI telah menetapkan KRI Nanggala-402 dengan status subsunk atau tenggelam, usai ditemukan beberapa serpihan barang KRI Nanggala.

Adapun, Kapal Selam KRI Nanggala-402 yang berada di kedalaman 838 meter digolongkan berada pada kedalaman laut Zona Oseanik.

Zona Oseanik adalah zona terdalam dari ekosistem air laut serta terbagi menjadi zona batial dengan kedalaman 200-2.000 meter yang dihuni oleh nekton.

Kemudian, ada pula zona abisal dengan kedalaman lebih dari 2.000 meter yang dihuni oleh detrivor, predator, dan pengurai.

Tekanan Air di Kedalaman Laut


Untuk mengetahui kondisi di ratusan meter kedalaman air laut, Laboratorium Lingkungan Kelautan Pasifik milik Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional (PMEL NOAA) menyebutkan kedalaman laut rata-rata adalah 12.566 kaki atau sekitar 3.800 meter.

Sementara, laut terdalam sejauh ini tercatat berada di kedalaman 36.200 kaki atau 11.000 meter.

Lantas, apa pengaruh kedalaman air ini terhadap makhluk hidup di lautan? Jawabannya tergantung di mana ia hidup di lautan.

Hewan yang hidup di kedalaman 10.000 kaki, bagaimanapun, sangat dipengaruhi oleh kedalaman air di atasnya.

Adapun kedalaman laut ini juga akan dipengaruhi tekanan hidrostatis yang dirasakan berbeda-beda oleh setiap makhluk. Tekanan hidrostatis akan meningkat seiring bertambahnya kedalaman yang diukur dari permukaan zat cair, akibat adanya gaya gravitasi.

Semakin dalam makhluk hidup menyelam dari permukaan air, semakin banyak pula volume air yang ada di atas kepala dengan permukaan air, sehingga tekanan yang diberikan air pada tubuh makhluk hidup akan semakin besar.

Infografik Fakta Kedalaman Laut
Infografik Fakta Kedalaman Laut 850 Meter & Batas Kemampuan Penyelam. tirto.id/Fuad


Yang mana, satu atmosfer (atm) sama dengan berat atmosfer bumi di permukaan laut, sekitar 14,6 pon per inci persegi. Jika Anda berada di permukaan laut, setiap inci persegi permukaan Anda dikenakan gaya seberat 14,6 pon.

Tekanan tersebut akan meningkat sekitar satu atm untuk setiap 10 meter kedalaman air. Pada kedalaman 5.000 meter tekanannya menjadi sekitar 500 atm atau 500 kali lebih besar dari tekanan di permukaan laut.

Jika tekanan dari permukaan laut adalah 1 atm, maka tekanan di kedalaman 850 meter seperti yang dilaporkan posisi KRI Nanggala-402 adalah 85 atm.

Sementara pada kebanyakan manusia, paru-paru tanpa alat bantu maksimalnya mampu menahan tekanan hingga sekitar 4 atm.

Jika manusia menyelam ke dalam lautan, tekanan yang ada di dasar lautan adalah kombinasi tekanan atmosfer ditambah dengan tekanan dari kedalaman lautan.

Karena atmosfer sudah punya tekanan sebesar 1 atm, sisa kemampuan paru-paru adalah sekitar 3 atm.

Batas Kemampuan Penyelaman Manusia di Laut Dalam


Telah disepakati, bahwa pada kedalaman laut 332 meter adalah batas terdalam para scuba menyelam, seperti yang berhasil dilakukan oleh Ahmed Gabr pada 2014. Batas itu juga sebagai penanda keadaan cahaya mulai benar-benar gelap.

Ketika manusia memasuki dunia air, dia menghadapi sejumlah masalah. Rata-rata penyelam scuba menjadi tidak mampu lagi di kedalaman 250 kaki (76 meter). Ini sangat jauh dari kedalaman 11.500 kaki di mana ikan laut dalam telah ditemukan.

Penyelam scuba membutuhkan oksigen untuk bertahan hidup. Oksigen membentuk 21 persen dari udara yang kita hirup.

Sekitar 78 persen dari udara yang kita hirup adalah gas nitrogen. Nitrogen relatif lembam, dan menyebabkannya kurang lebih secara kimiawi tidak aktif.

Oksigen dan nitrogen lantas dibawa dalam aliran darah. Di permukaan laut, nitrogen tidak menimbulkan masalah bagi manusia.

Akan tetapi apa yang terjadi pada gas-gas ini saat kita turun ke kedalaman laut?

Tekanan yang meningkat memungkinkan lebih banyak oksigen dan lebih banyak nitrogen larut ke dalam darah.

Pada sekitar 100 kaki tekanan akan menyebabkan cukup banyak nitrogen larut dalam darah sehingga nitrogen menjadi bahaya.

Narkosis nitrogen terjadi karena terlalu banyak nitrogen yang dipaksa masuk ke aliran darah. Ini pada akhirnya akan mengakibatkan pingsan dan tidur, bukan kondisi yang baik jika Anda berada di di bawah permukaan laut.

Sebelum tahap pingsan, penyelam menjadi pusing, kemampuan mereka untuk membuat keputusan mental yang sederhana (seperti menentukan waktu) berkurang.

Gejala yang muncul berbeda-beda pada setiap individu dan setiap penyelaman. Oleh karena itu, menyelam di bawah 100 kaki (30 meter) membutuhkan keahlian khusus dan berbahaya.


Baca juga artikel terkait KRI NANGGALA 402 atau tulisan menarik lainnya Maria Ulfa
(tirto.id - Pendidikan)

Penulis: Maria Ulfa
Editor: Dhita Koesno
DarkLight