Bagaimana Etnis Tionghoa Merayakan Tahun Baru Imlek 2019 di Aceh?

Oleh: Yantina Debora - 5 Februari 2019
Dibaca Normal 2 menit
Etnis Tionghoa di Aceh merayakan Tahun Baru Imlek 2019 dengan aman dan damai. Tak ketinggalan, makanan vegetarian dan bertukar ucapan "Gong Xi Fa Cai".
tirto.id - Sejumlah aparat kepolisian tampak berjaga-jaga di bagian depan dan samping Vihara Dharma Bhakti yang berlokasi di Jalan Panglima Polem, Peunayong, Banda Aceh.

Guna mengamankan jalannya perayaan Hari Raya Imlek 2019 atau Tahun Baru Cina 2570 itu, Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banda Aceh menurunkan 64 orang personelnya.

"Ada empat vihara yang menjadi fokus pengamanan," kata Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto, dikutip dari Antara.

Perwira menengah Polri itu menambahkan, pengamanan dilakukan sejak Senin (4/2/2019) malam hingga Selasa (5/2/2019). Pengamanan diawali apel gelar pasukan.

"Kami juga sudah berkoordinasi dengan pengurus vihara untuk pengecekan guna memastikan keamanannya. Dan penjagaannya juga tidak terlalu ketat," kata Kapolresta.

Selain vihara, fokus pengamanan juga dilakukan terhadap lalu lintas masyarakat Tionghoa yang merayakan Imlek dari rumah ke rumah ibadah mereka, sehingga kegiatan tersebut berjalan lancar.

"Kondisi keamanan menjelang perayaan Imlek di Banda Aceh aman. Namun begitu, kepolisian juga tetap waspada, mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan," pungkas Kombes Pol Trisno Riyanto.

Sambut Imlek 2019 dengan Aman dan Damai

Ribuan etnis Tionghoa memadati Vihara Dharma Bhakti untuk menyambut pergantian tahun baru Imlek pada Senin malam. Seperti tahun sebelumnya, perayaan pergantian tahun berlangsung aman di seluruh Vihara di Banda Aceh.

Ketua Vihara Dharma Bhakti, Peunayong, Banda Aceh, Yuswar, mengatakan perayaaan pergantian tahun itu diikuti sekitar 3.500 hingga 4.000 etnis turunan Tionghoa beragama Buddha di empat titik, yakni Vihara Dharma Bhakti, Maitri, Dwi Samudera dan Sakyamuni.

"Setiap tahun, perayaan Imlek berjalan aman di Banda Aceh. Masyarakat Aceh sangat toleran terhadap umat beragama lain," kata Yuswar, dikutip dari Antara.

"Malam ini tahun baru Imlek, istilah kami shio tahun babi dan perayaannya hanya sembahyang saja dan nanti pada tanggal 15 Februari ada pertunjukan seni barongsai di sini," kata dia.


Yuswar menjelaskan, Vihara Dharma Bhakti Jalan Panglima Polem, Peunayong, Banda Aceh berdiri sejak 1936 dan setiap kali perayaan Imlek selalu berjalan aman.

"Masyarakat Aceh sangat toleran terhadap agama lain dan setiap hari kita berinteraksi dengan baik," ujarnya.

Terlihat di Vihara Dharma Bhakti, Peunayong, misalnya, etnis Tionghoa terus berdatangan menyambut momen pergantian tahun Imlek pada pukul 00.00 WIB, melakukan sembahyang sebagai bentuk syukur terhadap rezeki tahun 2018.

Merayakan Imlek 2019 di Aceh dengan Makanan Vegetarian

Hari Raya Imlek 2019 atau tahun baru Cina 2570 di Banda Aceh tak lengkap rasanya tanpa makanan vegetarian. Umat Buddha biasanya menyambut perayaan Imlek dengan makanan tersebut.

"Agama kami menganjurkan makanan vegetarian saat menyambut Imlek dan tidak boleh mengkonsumsi makanan yang berdarah mulai matahari terbit hingga matahari terbenam," kata seorang umat Buddha, Lily di Banda Aceh, dikutip dari Antara.

Ragam makanan vegeratian yang identik dengan Imlek yaitu sate sayur, sawi kering asin, rendang vege, sop jagung, rica-rica dan ragam jenis makan lainnya yang berbahan sayur mayur.

"Semua makanan ini dari sayur dan kita tidak diperkenankan memakan makanan berdarah saat perayaan Imlek," kata Lily.

Ia menambahkan, makanan vegetarian sudah menjadi tradisi bagi umat Buddha saat perayaan Imlek.

"Warga Aceh menghargai perbedaan dan perayaan Imlek di sini berjalan aman tanpa ada gangguan dari pihak manapun," ujar Lily yang mengaku berdomisili di Peunayong, Banda Aceh.

Gong Xi Fa Cai

Selain menyantap makanan vegetarian, etnis Tionghoa di Aceh dan di dunia lazimnya ikut bertukar ucapan selamat Tahun Baru Imlek.

Terdapat beberapa ucapan yang bisa digunakan. Salah satunya yang paling terkenal “Gong Xi Fa Cai” dalam bahasa Mandarin, atau “Gung Hey Fat Choi” untuk bahasa Kanton.


Meski banyak dipakai, istilah "Gong Xi Fa Cai" dinilai tidak memiliki representasi kuat dari semangat Tahun Baru Imlek. Secara harfiah, artinya "semoga mendapatkan lebih banyak kekayaan."

Selain dua istilah itu, seperti dikutip The Finder, dikenal pula ucapan “Nian Nian You Yu,” yang berati “semoga tiap tahun diakhiri dengan kekayaan yang melimpah.”

Adapula ucapan selamat lainnya “Xin Nian Jin Pu” (semoga mendapat kemajuan di tahun baru ini), “Wan Shi Ru Yi” (semoga semua harapanmu terpenuhi), “Shen Ti Jian Kang” (semoga sehat selalu), dan “Sui Sui Ping An” (berharap Anda terhindar dari semua celaka).

Saat Imlek, orang dewasa juga bisa memberi amplop merah atau angpau pada anak-anak dengan uang di dalamnya. Untuk mendapat angpau, anak-anak biasanya akan mengucapkan “Gong Xi Fa Cai, Hong Bao Na Lai.” Artinya, “Selamat Tahun Baru, sekarang beri saya amplop merah!

Baca juga artikel terkait HARI RAYA IMLEK atau tulisan menarik lainnya Yantina Debora
(tirto.id - Sosial Budaya)


Penulis: Yantina Debora
Editor: Agung DH