Menuju konten utama

Tips Menyiapkan Dana Darurat untuk Hadapi Resesi 2023

Resesi global yang diprediksi akan terjadi pada 2023 bisa dihadapi dengan perencanaan keuangan yang baik, termasuk menyiapkan dana darurat.

Tips Menyiapkan Dana Darurat untuk Hadapi Resesi 2023
Ilustrasi Resesi Global. FOTO/iStockphoto

tirto.id - Resesi diperkirakan akan melanda sejumlah negara di dunia, termasuk Indonesia pada 2023. Jelang kondisi tersebut, banyak orang mulai membangun rencana keuangan yang sehat termasuk dengan menyiapkan dana darurat untuk menghadapi resesi.

Resesi sendiri merupakan kondisi di mana kegiatan ekonomi suatu negara mengalami penurunan yang signifikan selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun.

Menurut para ahli, kondisi resesi ditandai dengan produk domestik bruto (PDB) yang negatif, pengangguran meningkat, penjualan ritel menurun, ukuran pendapatan dan manufaktur mengalami kontraksi dalam jangka waktu lama.

Bank Dunia (World Bank) menyebutkan resesi di tahun 2023 dideteksi dari peningkatan suku bunga oleh bank-bank sentral di seluruh dunia sebagai respons terhadap inflasi yang terjadi belakangan ini. Hal tersebut justru memicu pertumbuhan lambat pada ekonomi global dan mengakibatkan resesi.

Presiden Grup Bank Dunia, David Malpass mengungkapkan jika kondisi tersebut terus berlanjut, maka akan sangat berimbas pada pasar dan ekonomi negara berkembang.

"Kekhawatiran mendalam saya adalah bahwa tren ini akan bertahan, dengan konsekuensi jangka panjang yang menghancurkan orang-orang di pasar negara berkembang dan ekonomi berkembang,” katanya.

Bagaimana Cara Menyiapkan Dana Darurat?

Resesi bisa dihadapi dengan perencanaan keuangan yang baik, termasuk mengalokasikan dana darurat. Dana darurat merupakan aset yang bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup selama kondisi darurat seperti ketika terjadi bencana atau krisis.

Menurut Investopedia, kepemilikan dana darurat dapat mencegah seseorang menambah beban utang yang ditanggung. Jumlah dana darurat yang ideal setidaknya bisa menopang pengeluaran rumah tangga selama tiga sampai enam bulan.

Dikutip dari Forbes ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menyiapkan dana darurat, sebagai berikut:

1.Tetapkan target dana darurat

Tahap pertama dalam menyiapkan dana darurat adalah menetapkan target dana yang akan dikumpulkan. Besaran dana darurat berbeda-beda pada setiap rumah tangga.

Oleh karena itu, tetapkan target dengan mempertimbangkan pengeluaran rumah tangga bulanan, baik yang wajib maupun tidak wajib. Selanjutnya, tetapkan jumlah dana darurat yang harus dipersiapkan dan untuk berapa lama dana tersebut dapat digunakan.

Selain itu, targetkan pula berapa lama waktu yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut. Perlu diketahui, semakin awal proses menabung dimulai, maka semakin mudah pula dana tersebut terkumpul.

2. Catat aset yang sudah ada

Selagi mengumpulkan dana darurat, catat setiap aset yang sudah dimiliki sebelumnya. Di antara aset-aset tersebut bisa saja ada dana yang bisa dialokasikan sebagai dana darurat.

Pertimbangkan pula, apakah dana tersebut dibutuhkan untuk kepentingan dalam waktu dekat atau tidak. Jika tidak, maka prioritaskan dana tersebut untuk masuk sebagai dana darurat.

3. Pilih di mana akan menempatkan dana darurat

Dana darurat bisa disimpan dalam berbagai bentuk aset yang likuid, mulai dari uang tunai, deposito, emas, hingga reksadana. Tentukan aset yang diinginkan sekaligus risikonya.

Dana darurat juga bisa ditempatkan dalam bentuk saham, tentunya dengan risiko yang lebih tinggi dibanding aset aman lainnya. Jika dana darurat disimpan dalam bentuk saham, sebaiknya pilih saham dari perusahaan di sektor industri yang defensif dan bisa bertahan meskipun dalam kondisi krisis.

"Misalnya saham perusahaan yang bergerak di industri consumer goods, kesehatan, bank, energi dan utilitas," kata pengamat perbankan, keuangan, dan investasi dari UGM, I Wayan Nuka Lantara kepada Tirto.

4. Buat akun atau rekening terpisah khusus dana darurat

Ketika menyiapkan dana darurat, pastikan akun atau rekening yang digunakan terpisah dengan rekening untuk kebutuhan lain. Hal ini untuk mencegah dana darurat terpakai untuk keperluan lain sehingga menyulitkan proses mencapai target.

Oleh karena itu, sebaiknya membuka akun atau rekening baru yang khusus digunakan untuk menyimpan dana darurat.

5. Buat komitmen menabung bulanan untuk dana darurat

Tetapkan komitmen untuk selalu menabung dana darurat setiap bulan. Misalnya, target dana darurat yang harus dicapai adalah Rp10 juta dalam waktu 10 bulan, maka tegaskan bahwa setiap bulan harus menabung minimal Rp1 juta.

Jika memungkinkan, manfaatkan fitur autodebit pada rekening utama atau rekening gaji. Fitur autodebit ini memungkinkan gaji otomatis terpotong dan masuk ke rekening dana darurat sesuai dengan jumlah serta periode yang ditentukan.

Baca juga artikel terkait RESESI 2023 atau tulisan lainnya dari Yonada Nancy

tirto.id - Gaya hidup
Penulis: Yonada Nancy
Editor: Yantina Debora