Menuju konten utama
Pendidikan Kewarganegaraan

Bagaimana Cara Menghargai Produk dan Budaya Dalam Negeri?

Cara menghargai produk dan budaya dalam negeri, di antaranya adalah membeli produk dalam negeri sendiri.

Bagaimana Cara Menghargai Produk dan Budaya Dalam Negeri?
Pengunjung melihat produk kerajinan di salah satu stan pada Pameran Pangan Nusa dan Pameran Produk Dalam Negeri (PPN-PPDN) ke-11 di halaman Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Jumat (7/10). Pameran yang berlangsung hingga 9 Oktober 2016 dan digagas Kementrian Perdagangan tersebut menampilkan berbagai produk kerajinan maupun kuliner dari seluruh penjuru nusantara, guna mengangkat dan mengembangkan potensi daerah. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/ama/16.

tirto.id - Produk dalam negeri berarti semua hasil produksi, baik barang atau jasa, yang asalnya dari negara kita. Sementara itu, budaya dalam negeri berarti segala kebudayaan yang ada di negeri sendiri.

Lantas, bagaimana cara menghargai produk dan budaya dalam negeri?

Semaraknya globalisasi membuat produk apapun bisa beredar di dunia internasional. Oleh sebab itu, keberadaan produk-produk dalam negeri mesti dipertahankan agar tidak hilang eksistensinya.

Lebih dari itu, budaya dalam negeri juga akan mengalami hal yang sama. Tidak heran, sekarang kita bisa menemukan budaya negeri-negeri benua lain hanya dengan menggunakan koneksi internet.

Poin di atas bukan mengacu pada globalisasi yang menawarkan redupnya produk dan budaya dalam negeri. Akan tetapi, lebih mencari cara agar kedua aspek dalam negeri tersebut bertahan atau ikut berkembang.

Cara Menghargai Produk dan Budaya Dalam Negeri

Berdasarkan pengertian di KBBI Daring, produk adalah hasil dari suatu kerja. Hasil pekerjaan ini dapat berbentuk barang maupun jasa.

Jika mengacu pada konsep “dalam negeri”, berarti barang dan jasa tersebut dihasilkan oleh orang-orang dari negara pembeli atau konsumennya.

Lebih lanjut dari itu, produk-produk dalam negeri Indonesia mengartikan bahwa orang Indonesia yang membuatnya.

Kendati didefinisikan berbeda, namun nyatanya kebudayaan juga berperan dalam menghasilkan produk tertentu.

Seperti yang kita tahu, Indonesia terdiri dari negara kepulauan dengan banyak keunikan budayanya.

Bahkan, produk hasil dari kebudayaan masing-masing daerahnya pun terkadang berbeda satu sama lain.

Untuk mempertahankan eksistensi produk ini di negara dan juga dunia internasional, seseorang dapat melakukan beberapa cara.

Langkah pertama untuk menghargai produk dan budaya dalam negeri adalah mempelajarinya terlebih dahulu.

Upaya mengenali ini dirasa perlu lantaran produk atau budaya merupakan suatu yang khas yang hanya dimiliki oleh suatu bangsa, suku, atau orang di lingkup tertentu.

Zaim Uchrowi dan Ruslinawati dalam PPKn (2021, hlm. 101) menyebutkan bahwa upaya memajukan lingkungan bisa dijalankan dengan cara memperbanyak penjualan produk lokalnya.

Setelah tahu tentang pentingnya produk dalam negeri demi kemajuan suatu daerah, maka eksekusi penyebaran pun bisa diperluas.

Sebut misalnya ada kerajinan tangan di beberapa daerah Indonesia, kain batik, patung, ukiran, dan berbagai macam produk lainnya.

Untuk menghargai produk dalam negeri ini, Anda dapat membeli sebagai bentuk apresiasi dan menggunakannya dalam kehidupan (jika bisa dipakai/bukan hiasan). Selain itu, Anda juga bisa memasarkannya ke dunia global jika memiliki akses.

Dengan memanfaatkan bantuan teknologi, pengenalan budaya dan produk dalam negeri ke orang-orang luar negara tersebut bisa dilakukan.

Berikut ringkasan cara menghargai produk dan budaya dalam negeri jika disajikan lewat daftar.

    • Mencari tahu pengetahuan tentang produk atau budaya negeri
    • Membeli produk dalam negeri
    • Menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari
    • Membantu menyebarluaskan budaya
    • Membantu menyebarluaskan skala penjualan produk dalam negeri

Baca juga artikel terkait PRODUK DALAM NEGERI atau tulisan lainnya dari Yuda Prinada

tirto.id - Pendidikan
Kontributor: Yuda Prinada
Penulis: Yuda Prinada
Editor: Dhita Koesno