Bagaimana Cara Mengenakan Jilbab yang Syar'i?

Oleh: Anggit Setiani Dayana - 8 Mei 2019
Dibaca Normal 1 menit
Jilbab berfungsi menutup aurat perempuan, yang meliputi seluruh tubuh perkecualian pada wajah dan dua telapak tangan.
tirto.id - Berjilbab adalah kebutuhan tersendiri bagi muslimah. Perintah bagi perempuan yang sudah dewasa untuk menutup aurat tercantum dalam Surah an-Nur:31 dan al-Ahzab:59. Lalu, jilbab seperti apa yang tergolong syar'i?

Dalam Fatwa Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah tentang aurat dan jilbab, didefinisikan bahwa jilbab adalah pakaian wanita yang terdiri dari kerudung dan baju kurung yang dapat menutup seluruh auratnya.

Aurat secara istilah adalah anggota badan manusia yang wajib ditutupi, dan haram dilihat oleh orang lain kecuali sesuai yang diatur dalam Surah an-Nur:31. Dalam hal ini, aurat perempuan dibedakan menjadi dua, yaitu aurat perempuan untuk perempuan, dan aurat perempuan untuk laki-laki.

Terkait jilbab, yang dibahas adalah aurat perempuan untuk laki-laki. Terdapat dua pandangan umum tentang hal ini. Mazhab Syafii dan Hanbali berpendapat bahwa seluruh tubuh wanita adalah aurat, sedangkan mazhab Maliki dan Hanafi berpendapat, bahwa seluruh tubuh wanita adalah aurat dengan perkecualian pada wajah dan dua telapak tangan.

Dalam "Cara Berhijab yang Benar" oleh Mahbub Ma’afi, dikutip ucapan Syekh Ahmad Mutawwali asy-Sya’rawi dalan Tafsir asy-Sya’rawi bahwa pakaian perempuan yang syar’i syaratnya adalah tidak memperlihatkan auratnya, tidak menggambarkan lekuk tubuh, dan tidak menarik perhatian.

Lalu, apa perbedaan jilbab dan hijab? Hijab sendiri bermakna "penghalang" atau "pembatas" sedangkan jilbab adalah sesuai definisi di atas. Dalam konteks pakaian, jilbab tergolong sebagai hijab, tetapi tidak semua hijab adalah jilbab.


Jilbab Syar'i yang Modis?

Terdapat beberapa tips berjilbab syar'i yang dapat diterapkan perempuan muslim.

Salah satunya, dari segi warna. Warna apa pun boleh dikenakan untuk jilbab untuk alasan tren dan modis dengan catatan, bahwa warna tersebut tidak terlalu mencolok dan masih enak dipandang, serasi dengan pakaian.

Bahan dan variasi jilbab layak dicermati. Karena berfungsi untuk menutup aurat, maka bahan disarankan tidak transparan. Hindari pula pemakaian busana ketat dan menunjukkan lekuk tubuh.

Pakaian seorang muslimah juga lebih baik tidak meniru gaya pakaian laki-laki. Mengenakan celana panjang tetap diperbolehkan, namun digunakan di balik pakaian panjang.

Selain itu, make up dan perhiasan juga perlu diperhatikan. Penting untuk memiliki make up yang lembut dan sepantasnya, tidak menor dan mencolok. Perhiaan yang dikenakan sebaiknya juga tidak terekspos berlebihan sehingga menimbulkan perhatian yang tidak diinginkan.


Bagian yang tidak boleh dilupakan ketika seseorang mengenakan jilbab adalah menjaga perilaku. Hijab dan yang syar’i adalah simbol bahwa sang pemakai mengikuti aturan Islam sehingga perilaku yang sesuai prinsip Islam tetap menjadi poin utama.

Baca juga artikel terkait RAMADAN 2019 atau tulisan menarik lainnya Anggit Setiani Dayana
(tirto.id - Gaya Hidup)


Penulis: Anggit Setiani Dayana
Editor: Fitra Firdaus
DarkLight